Lisa Lukitawati Dapat Perlindungan KPK

Rabu, 14 Januari 2015 - 10:28 WIB
Lisa Lukitawati Dapat...
Lisa Lukitawati Dapat Perlindungan KPK
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat melindungi Direktur CV Rifa Medika sekaligus mantan anggota Tim Asistensi Hambalang Lisa Lukitawati Isa yang mengaku mendapat ancaman.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto menyatakan, KPK sudah mengetahui dan mendengar kesaksian Lisa Lukitawati saat dihadirkan dalam sidang lanjutan terdakwa Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (12/1).

KPK kemudian menitikberatkan pada ancaman yang diterima Lisa dari Silvya Sholeha alias Bu Pur. Apalagi, Lisa merupakan saksi kunci kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sarana-prasarana Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Pimpinan KPK sudah meminta kepada biro hukum untuk perlu mengambil dan berkomunikasi dengan Ibu Lisa berikan pertimbangan dan perlindungan kepada Ibu Lisa ini,” kata Bambang saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Berkaitan dengan materi perkara kasus Hambalang, KPK akan menelaah dan memvalidasi kesaksian Lisa. KPK juga nantinya mengambil langkah lebih lanjut untuk melihat sejauh mana dugaan keterlibatan Bu Pur dalam proyek Hambalang.

Meski demikian, Bambang belum mau berspekulasi apakah bisa atau tidak Bu Pur digolongkan sebagai pihak yang melakukan upaya menghalangi penyidikan dan pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum dalam dugaan korupsi. “Untuk hal-hal lain, pimpinan menunggu laporan penuntut umum untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Sebelumnya, Lisa Lukitawati Isa membeberkan Ibu Pur pernah menyampaikan ada orangnya, yakni Arif Gunawan alias Arif Gundul dan Widodo Wisnu Sayoko, akan membantu proyek Hambalang. Tidak lama kemudian Lisa membeberkan ancaman yang diterimanya dari Ibu Pur.

“Kemudian yang mulia, saya (ingin) menyampaikan, saya memang dalam ancaman, kira-kira beberapa minggu. Pada 2012, saya secara tidak sengaja bertemu di Makassar dengan ibu Pur,” ungkap di depan majelis hakim. Ketua Majelis Hakim Sinung Herwaman kaget dengan kesaksian Lisa. Menurut Lisa, Ibu Pur merupakan sosok yang pernah disampaikan Wafid beberapa waktu lalu saat bersaksi di sidang terdakwa lainnya. Wafid, kata Lisa, menyampaikan Ibu Pur adalah orang dekat istana.

Hakim Sinung pun berusaha menuntun Lisa mengungkap kebenaran kejadiannya. “Saudara tolong bisa terbuka supaya tidak menjadi kabur lagi. Kalau Saudara jujur, insyaAllah, Tuhan akan melindungi Saudara. Oke,” ungkap Sinung. Lisa pun menceritakan ancaman yang diterimanya dari Ibu Pur. Sebelum Desember 2012, Lisa mengaku tidak sengaja bertemu dengan Ibu Pur di Makassar.

Saat berbincang dengan Ibu Pur, Lisa berusaha mengonfirmasi apakah memang benar ada uang-uang dari proyek Hambalang. Pasalnya, Lisa mengaku terseret dan diperiksa KPK pada 2011 terutama berkaitan dengan aliran uang Hambalang. “Saat itu (2012) satu yang beliau (Bu Pur) sampaikan, jangan pernah membuka mulut mengenai uang. Kalau tidak... bisa berakhir sepertiArifGundul(meninggal). Begitu Yang Mulia,” ungkap Lisa. Hakim Sinung berusaha menyela kesaksiannya.

“Begitu ya yang disampaikan oleh Ibu Pur itu?” tanya Sinung. Lisa pun membenarkan sambil mengangguk. “Yang kedua (kata Bu Pur), saya akan dijerumuskan sampai mengenai kantor saya yang ada. Karena memang saya (2012), masih berdagang,” ungkapnya.

Sabir laluhu
(ars)
Berita Terkait
PBH Diharapkan Memiliki...
PBH Diharapkan Memiliki Peran Lebih dalam Mengedukasi Masyarakat di Bidang Hukum
Usai Dieksekusi Cambuk,...
Usai Dieksekusi Cambuk, Terpidana Pelanggar Syariat Islam Ini Tersungkur
Buka Mubes Gakum Kosgoro...
Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja
Pembukaan Kantor Hukum...
Pembukaan Kantor Hukum Samara, Barita: Komjak RI Konsisten Jalankan Pegawasan Demi Tegaknya Keadilan
Apa Saja Jenis Tata...
Apa Saja Jenis Tata Hukum yang Ada di Indonesia? Berikut Penjabarannya
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Berita Terkini
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Anggota DPR Cindy Monica:...
Anggota DPR Cindy Monica: Putusan MK Perkuat Hak Politik Perempuan
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Pemeriksaan Hery Susanto...
Pemeriksaan Hery Susanto Selesai, Majelis Etik Ombudsman RI Sampaikan Rekomendasi Pekan Depan
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved