Diminta Mundur Jadi Caketum, Hatta Hormati Pendapat Amien
Senin, 12 Januari 2015 - 01:06 WIB
Diminta Mundur Jadi Caketum, Hatta Hormati Pendapat Amien
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PAN sekaligus tim sukses Hatta Rajasa, Didi Supriyanto mengatakan pada dasarnya Hatta sangat demokratis dan menghormati imbauan Ketua MPP PAN Amien Rais. Karena itu, Hatta selama ini tidak banyak berkomentar mengenai Amien yang mendukung Zulkifli dan meminta Hatta untuk mundur dari pencalonan.
“Selain itu juga Pak Hatta menghormati pendapat Pak Amien beberapa waktu lalu setelah bicara dengan para pendiri partai yang kemudian mempersiapkan kadernya yang mampu untuk maju sebagai kandidat ketum,” ujar Didi kepada KORAN SINDO, Minggu (11/1/2015).
Namun, lanjut Didi, di sisi lain Hatta juga sangat menghormati dan menjunjung tinggi permintaan dan keinginan para pengurus di daerah yang merupakan pemilik suara dalam Kongres.
Yang mana, lanjutnya, mereka menginginkan Hatta kembali memimpin PAN untuk periode 2015-2020. Karena, mereka menghargai prestasi Hatta selama memimpin PAN lima tahun terakhir.
“Jadi atas hal-hal tersebutlah Pak Hatta siap dan firm untuk maju sebagai kandidat ketum pada Kongres mendatang,” jelas Didi.
Karena itu, Didi mengharapkan, kongres PAN kali ini benar-benar akan terpilih seorang ketua umum yang mendapat dukungan riil dari mayoritas pengurus dan kader PAN di seluruh Indonesia. Terlebih, tidak ada aturan dalam AD/ART PAN yang melarang ketua umum menjabat dua periode.
“Semoga PAN mampu menampilkan Kongres yang demokratis sesuai dengan salah satu yang diperjuangkan PAN yaitu memperkokoh demokrasi di Indonesia,” tambahnya.
Lebih dari pada itu, tambah Didi, alasan dari mayoritas pengurus PAN di daerah mendukung Hatta karena dinilai telah mampu dan siap untuk menghadapi pemilu dan pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak.
“Sebuah pilihan yang konstitusional dan realistik menghadapi tantangan ke depan dan posisi PAN di luar pemerintahan,” pungkasnya.
“Selain itu juga Pak Hatta menghormati pendapat Pak Amien beberapa waktu lalu setelah bicara dengan para pendiri partai yang kemudian mempersiapkan kadernya yang mampu untuk maju sebagai kandidat ketum,” ujar Didi kepada KORAN SINDO, Minggu (11/1/2015).
Namun, lanjut Didi, di sisi lain Hatta juga sangat menghormati dan menjunjung tinggi permintaan dan keinginan para pengurus di daerah yang merupakan pemilik suara dalam Kongres.
Yang mana, lanjutnya, mereka menginginkan Hatta kembali memimpin PAN untuk periode 2015-2020. Karena, mereka menghargai prestasi Hatta selama memimpin PAN lima tahun terakhir.
“Jadi atas hal-hal tersebutlah Pak Hatta siap dan firm untuk maju sebagai kandidat ketum pada Kongres mendatang,” jelas Didi.
Karena itu, Didi mengharapkan, kongres PAN kali ini benar-benar akan terpilih seorang ketua umum yang mendapat dukungan riil dari mayoritas pengurus dan kader PAN di seluruh Indonesia. Terlebih, tidak ada aturan dalam AD/ART PAN yang melarang ketua umum menjabat dua periode.
“Semoga PAN mampu menampilkan Kongres yang demokratis sesuai dengan salah satu yang diperjuangkan PAN yaitu memperkokoh demokrasi di Indonesia,” tambahnya.
Lebih dari pada itu, tambah Didi, alasan dari mayoritas pengurus PAN di daerah mendukung Hatta karena dinilai telah mampu dan siap untuk menghadapi pemilu dan pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak.
“Sebuah pilihan yang konstitusional dan realistik menghadapi tantangan ke depan dan posisi PAN di luar pemerintahan,” pungkasnya.
(kri)