Indonesia dan MEA

Sabtu, 10 Januari 2015 - 13:57 WIB
Indonesia dan MEA
Indonesia dan MEA
A A A
ASEAN Economic Community alias Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 merupakan suatu proyek yang sudah menjadi kebijakan dan kesepakatan bersama negara-negara ASEAN.

Itu sekaligus memberikan harapan akan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas. MEA mengintegrasikan seluruh negara-negara dalam berbagai bidang terutama di bidang ekonomi. Ini yang akan dihadapi Indonesia pada 2015. Beberapa aspek positif dan negatif akan dialami Indonesia.

Tak terkecuali oleh masyarakat itu sendiri. Sebenarnya negara-negara ASEAN belum siap menghadapi MEA karena masing-masing negara ASEAN masih menganggap satu sama lain sebagai kompetitor. Begitupun dengan Indonesia. Pelbagai pertimbangan masih menjadi diskursus hangat. Ini mengingat dalam beberapa hal strategis yang relatif tertinggal.

Meninjau kemungkinan yang akan dihadapi Indonesia pascapemberlakuan MEA adalah salah satu tindakan objektif untuk lebih meningkatkan kualitas negeri ini. Sektor pendidikan merupakan langkah awal dalam membina sumber daya manusia (SDM) yang menjadi faktor lemahnya mengelola perekonomian.

Tenaga kerja ahli juga termasuk prioritas untuk mengembangkan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Mereka yang akan mengelola kesediaan sumber alam. Jangan sampai eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia. Karena itu, regulasi investasi yang ada di Indonesia harus cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung. Begitupula kondisi infrastruktur yang juga relatif tertinggal.

Infrastruktur logistik Indonesia berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) 2012 yang dikeluarkan Bank Dunia, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-59 atau jauh di bawah Singapura yang berada di puncak dari 155 negara yang disurvei. Ini yang akan terus menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia bila daya saing dan infrastruktur tidak segera dibenahi dalam menghadapi MEA 2015.

Masalah tersebut bukan berarti hambatan bagi Indonesia, tapi sebagai tantangan untuk menatap masa depan agar lebih baik dengan berbagai tindakan dan solusi yang sistemik. Indonesia harus optimistis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Ini peluang untuk mengembangkan ekonomi nasional dalam sektor perdagangan, investasi, dan produk domestik bruto.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved