Masih Ada Amien, Konflik PAN Tak Setajam Golkar
Sabtu, 10 Januari 2015 - 04:24 WIB
Masih Ada Amien, Konflik PAN Tak Setajam Golkar
A
A
A
JAKARTA - Konflik internal yang menimpa Partai Golkar, dinilai tidak akan terjadi pada Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak lama lagi akan menggelar pemilihan ketua umum (ketum).
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto. Menurutnya, PAN tidak seperti di Golkar karena, ada sosok Amien Rais yang memiliki pengaruh.
"Tapi, kalau Hatta Rajasa punya keberanian maju, menolak aklamasi. Potensi konflik terbuka, jadi itu ada di tangan Hatta," kata Heri Budianto ketika dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Jumat 9 Januari 2015.
Heri menjelaskan, kalau itu terjadi, peluang Hatta untuk menang besar. Karena, Hatta juga memiliki beberapa prestasi untuk PAN di pemilu legislatif (pileg), meskipun dalam pemilihan presiden (pilpres) gagal.
"Tapi, yang jadi pertanyaan besar, apakah kalau Hatta menang Amien bisa menerima, itu yang perlu dilihat kedepannya, ada banyak catatan yang perlu dilihat," ucap Heri.
Diakui Heri, baik Zulkifli Hasan maupun Hatta berpengalaman, dan pernah menjabat posisi menteri. Yang mengecewakan, hanya dua nama ini saja yang muncul padahal PAN memiliki sejumlah kader potensial.
"Pertanyaanya, kalau situasi seperti itu apa PAN pecah? peluang itu kecil, situasi politik masih bisa berubah," terang pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana itu.
Karena lanjutnya, PAN biasa menyelesaikan masalah di menit-menit terakhir. "Di pengalaman kongres sebelumnya, di akhir kongres akan ada kesepakatan bersama dalam kongres," pungkasnya.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto. Menurutnya, PAN tidak seperti di Golkar karena, ada sosok Amien Rais yang memiliki pengaruh.
"Tapi, kalau Hatta Rajasa punya keberanian maju, menolak aklamasi. Potensi konflik terbuka, jadi itu ada di tangan Hatta," kata Heri Budianto ketika dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Jumat 9 Januari 2015.
Heri menjelaskan, kalau itu terjadi, peluang Hatta untuk menang besar. Karena, Hatta juga memiliki beberapa prestasi untuk PAN di pemilu legislatif (pileg), meskipun dalam pemilihan presiden (pilpres) gagal.
"Tapi, yang jadi pertanyaan besar, apakah kalau Hatta menang Amien bisa menerima, itu yang perlu dilihat kedepannya, ada banyak catatan yang perlu dilihat," ucap Heri.
Diakui Heri, baik Zulkifli Hasan maupun Hatta berpengalaman, dan pernah menjabat posisi menteri. Yang mengecewakan, hanya dua nama ini saja yang muncul padahal PAN memiliki sejumlah kader potensial.
"Pertanyaanya, kalau situasi seperti itu apa PAN pecah? peluang itu kecil, situasi politik masih bisa berubah," terang pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana itu.
Karena lanjutnya, PAN biasa menyelesaikan masalah di menit-menit terakhir. "Di pengalaman kongres sebelumnya, di akhir kongres akan ada kesepakatan bersama dalam kongres," pungkasnya.
(maf)