Polri dan Kejagung Dinilai Lambat Mereformasi Diri

Jum'at, 09 Januari 2015 - 17:32 WIB
Polri dan Kejagung Dinilai...
Polri dan Kejagung Dinilai Lambat Mereformasi Diri
A A A
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai, ada dua lembaga negara yang lambat beradaptasi dengan ritme perubahan di era reformasi.

"Keduanya adalah Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI (Polri)," kata Ray saat diskusi dan jumpa pers 'Cegah figur bermasalah jadi Kapolri, Jokowi JK harus libatkan KPK dan PPATK' di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Padahal, kata Ray, iklim reformasi memberikan keluasan penuh kepada Polri untuk berbenah secara mandiri mengatur intitusinya. Namun, hal itu tak dimanfaatkan penuh oleh internal Polri. Bahkan, adaptasi Polri masih kalah dengan TNI.

Menurutnya, meski intitusi Polri banyak diuntungkan dari proses reformasi, namun tindakan Polri justru kontra produktif dengan semangat reformasi, yakni cenderung bertindak brutal dalam menangani masalah sosial di masyarakat.

"TNI jauh sedikit transparan dan hati-hati gunakan senjata. Tapi kepolisian justru berbeda. Meskipun belum sesuai harapan, tapi jika dihitung dari Orba, TNI banyak berubah," jelasnya.

Pemandangan yang tak jauh berbeda juga ditunjukkan Kejagung. Menurutnya, meski harapan publik menginginkan institusi kejaksaan bisa lepas dari kepentingan politik, korps Adhyaksa tersebut dianggap belum mampu keluar dari cengkeraman politik.

"Hasilnya hukum masih rentan diperjualbelikan. Jaksa Agung kita tak bisa kita sebut kalangan profesional," tambahnya.

Mengacu pada persiapan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) memilih calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol Sutarman yang akan paripurna masa tugasnya, Ray meminta Kapolri mendatang harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah tangganya..

Seperti dugaan rekening gendut perwira tinggi Polri, berlaku transparan dalam menggunakan anggaran, berlaku profesional, serta terpenting tak bertindak represif dalam menghadapi masyarakat sipil.

"Sebaiknya Jokowi juga melihat calon Kapolri mana yang bisa menjawab tiga tantangan itu. Jangan sampai polisi tajam ke bawah tumpul ke atas," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Kebakaran Gedung Kejagung...
Kebakaran Gedung Kejagung Disebabkan Puntung Rokok
Libatkan Jaksa dalam...
Libatkan Jaksa dalam Gelar Perkara Kebakaran Kejagung, Ini Alasan Polri
Belum Tetapkan Tersangka,...
Belum Tetapkan Tersangka, Polri Soroti Renovasi di Lantai 6 Kejagung
Pakar: Persangkaan Jangan...
Pakar: Persangkaan Jangan Berhenti ke Pelaku Pembakar Gedung Kejagung
Hindari Spekulasi Liar,...
Hindari Spekulasi Liar, Polri Didorong Tuntaskan Kasus Djoko Tjandra
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved