Tolak Tawaran Din, Kubu Romi Dianggap Tak Punya Niat Baik
Sabtu, 10 Januari 2015 - 06:04 WIB
Tolak Tawaran Din, Kubu Romi Dianggap Tak Punya Niat Baik
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Utara Jafar Alkatiri menilai PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin Romahurmuziy (Romi) tidak memiliki niat untuk islah.
Hal itu dinilai ketika kubu Romi tidak merespons pihak luar yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang mau menjadi mediator islah kedua kubu tersebut.
"Kubu sebelah tidak welcome dengan Din Syamsuddin," ujar pria yang menjadi pendukung kubu Djan Faridz ini ketika dihubungi Sindonews, Jumat (9/1/2015).
Menurut Jafar, kubu Djan Faridz sejak lama bersedia untuk islah. Namun, hal itu belum tercapai karena kubu Romi dinilai tidak menghendakinya.
"Kalau kita dari awal memang bersedia untuk islah. Bahkan ya itu tadi, dari pihak luar pun sampai ada yang mau membantu islah," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Fernita Darwis juga mengatakan pihaknya sudah menerima tawaran Din Syamsuddin yang ingin menjadi mediator islah. Pasalnya, Din dinilai netral dan tidak akan berpihak pada kubu tertentu.
"Kami tahu Pak Din itu sangat netral orangnya. Masukan beliau pasti jauh dari ambisi atau kepentingan. Beliau semata mau membantu PPP," ujarnya.
Menurut Fernita, pihaknya juga sudah mendengarkan dan mengikuti fatwa ulama, termasuk sesepuh PPP KH Maimoen Zubair.
"Tapi susahnya karena kubu Romi menolak semua cara itu. Niat baik Pak Din saja mereka tolak. Saran tokoh senior dan fatwa ulama seperti Mbah Moen juga tidak ada yang mau diikuti. Jadi, ketahuan siapa sebenarnya yang membuat PPP terpecah seperti sekarang ini," ujarnya.
Hal itu dinilai ketika kubu Romi tidak merespons pihak luar yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang mau menjadi mediator islah kedua kubu tersebut.
"Kubu sebelah tidak welcome dengan Din Syamsuddin," ujar pria yang menjadi pendukung kubu Djan Faridz ini ketika dihubungi Sindonews, Jumat (9/1/2015).
Menurut Jafar, kubu Djan Faridz sejak lama bersedia untuk islah. Namun, hal itu belum tercapai karena kubu Romi dinilai tidak menghendakinya.
"Kalau kita dari awal memang bersedia untuk islah. Bahkan ya itu tadi, dari pihak luar pun sampai ada yang mau membantu islah," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Fernita Darwis juga mengatakan pihaknya sudah menerima tawaran Din Syamsuddin yang ingin menjadi mediator islah. Pasalnya, Din dinilai netral dan tidak akan berpihak pada kubu tertentu.
"Kami tahu Pak Din itu sangat netral orangnya. Masukan beliau pasti jauh dari ambisi atau kepentingan. Beliau semata mau membantu PPP," ujarnya.
Menurut Fernita, pihaknya juga sudah mendengarkan dan mengikuti fatwa ulama, termasuk sesepuh PPP KH Maimoen Zubair.
"Tapi susahnya karena kubu Romi menolak semua cara itu. Niat baik Pak Din saja mereka tolak. Saran tokoh senior dan fatwa ulama seperti Mbah Moen juga tidak ada yang mau diikuti. Jadi, ketahuan siapa sebenarnya yang membuat PPP terpecah seperti sekarang ini," ujarnya.
(kri)