PPP Kubu Romi Dituding Tak Punya Niat untuk Islah
Jum'at, 09 Januari 2015 - 06:05 WIB
PPP Kubu Romi Dituding Tak Punya Niat untuk Islah
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Fernita Darwis menuding kubu Romahurmuziy (Romi) tidak memiliki niat untuk islah. Dia mengaku, pihaknya sudah menempuh berbagai cara untuk menyatukan kader partai, namun belum mendapat respons dari kubu PPP hasil Muktamar Surabaya.
Ada tiga jalan islah yang sudah ditempuh kubu Djan Faridz menurut Fernita. Pertama, secara internal dengan cara melakukan diskusi melibatkan tokoh senior PPP.
"Kami sudah coba melibatkan tokoh senior karena mereka itu punya pengalaman panjang mengelola konflik partai," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis 8 Januari 2015.
Kedua, melalui mediasi pihak eksternal termasuk di antaranya menerima tawaran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang ingin jadi mediator.
"Kami tahu Pak Din itu sangat netral orangnya. Masukan beliau pasti jauh dari ambisi atau kepentingan. Beliau semata mau membantu PPP," ujarnya.
Langkah ketiga, kata Fernita adalah mendengarkan dan mengikuti fatwa ulama, termasuk sesepuh PPP KH Maimoen Zubair. Namun, semua jalan yang ditawarkan ditolak oleh kubu Romi.
"Tapi susahnya karena kubu Romi menolak semua cara itu. Niat baik Pak Din saja mereka tolak. Saran tokoh senior dan fatwa ulama seperti Mbah Moen juga tidak ada yang mau diikuti. Jadi, ketahuan siapa sebenarnya yang membuat PPP terpecah seperti sekarang ini," pungkasnya.
Ada tiga jalan islah yang sudah ditempuh kubu Djan Faridz menurut Fernita. Pertama, secara internal dengan cara melakukan diskusi melibatkan tokoh senior PPP.
"Kami sudah coba melibatkan tokoh senior karena mereka itu punya pengalaman panjang mengelola konflik partai," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis 8 Januari 2015.
Kedua, melalui mediasi pihak eksternal termasuk di antaranya menerima tawaran Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin yang ingin jadi mediator.
"Kami tahu Pak Din itu sangat netral orangnya. Masukan beliau pasti jauh dari ambisi atau kepentingan. Beliau semata mau membantu PPP," ujarnya.
Langkah ketiga, kata Fernita adalah mendengarkan dan mengikuti fatwa ulama, termasuk sesepuh PPP KH Maimoen Zubair. Namun, semua jalan yang ditawarkan ditolak oleh kubu Romi.
"Tapi susahnya karena kubu Romi menolak semua cara itu. Niat baik Pak Din saja mereka tolak. Saran tokoh senior dan fatwa ulama seperti Mbah Moen juga tidak ada yang mau diikuti. Jadi, ketahuan siapa sebenarnya yang membuat PPP terpecah seperti sekarang ini," pungkasnya.
(kri)