Menuju MEA 2015

Rabu, 07 Januari 2015 - 10:10 WIB
Menuju MEA 2015
Menuju MEA 2015
A A A
Memasuki tahun 2015 yang sedang gencar diperbincangkan adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Indonesia telah berkomitmen terhadap negara-negara anggota ASEAN untuk memulai sebuah langkah integrasi dari sektor perekonomian.

Dalam pelaksanaannya, MEA memerlukan adanya dukungan dari masyarakat dalam meningkatkan perkembangan perekonomian di Asia Tenggara serta menjamin adanya kemajuan perekonomian negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. Bagi Indonesia sendiri, MEA seakan menjadi wadah untuk mengembangkan kualitas perekonomiannya di kawasan Asia Tenggara dalam perkembangan pasar bebas di tahun 2015.

MEA dianggap menghadirkan adanya kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk serta tenaga kerja manusia dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara lain. Namun apabila Indonesia tidak mampu memanfaatkannya dengan baik, akan menjadi perkara lain yang dihadapi Indonesia. Dalam memasuki MEA 2015, tenaga kerja memiliki peranan penting dalam persaingan di era globalisasi ini.

Perlunya Indonesia dalam memperhatikan kualitas tenaga kerja serta produksinya agar mampu bersaing. Dengan demikian, Indonesia harus menunjukkan peranannya yang kuat di MEA. Berbagai permasalahan dihadapi khususnya minimnya tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan yang mendukung. Rendahnya jumlah tenaga kerja yang terampil, disebabkan kurangnya kemauan mereka dalam mengenyam bangku pendidikan.

Padahal, pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tenaga kerja seakan berperan sebagai aktor dalam kegiatan produksi, karena akan menghadapi persaingan yang sangat kompetitif. Berdasarkan data statistik yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait partisipasi angkatan kerja pada Februari 2014, tercatat sebesar 69,17%, hanya meningkat 2,4% dari Agustus 2013.

Sedangkan pada tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,70% di mana mengalami penurunan sebesar 0,47% dari 6,17% pada Agustus 2013. Penurunan pada tingkat pengangguran terbuka ini bukan menjadi suatu kemajuan yang dialami Indonesia, sebab berbagai permasalahan masih harus dihadapi terutama belum mampunya Indonesia dalam menciptakan kualitas tenaga kerja yang terampil.

Dengan demikian, MEA 2015 harus dijadikan media bagi para tenaga kerja Indonesia untuk menggali lagi kemampuannya agar menjadi tenaga kerja yang mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved