Menciptakan Pribadi Bermental Driver

Minggu, 04 Januari 2015 - 14:50 WIB
Menciptakan Pribadi...
Menciptakan Pribadi Bermental Driver
A A A
Tubuh manusia layaknya sebuah kendaraan yang berfungsi untuk mengantarkan pengemudi dan penumpangnya sampai dengan selamat ke tempat yang dituju.

Perjalanan tersebut, tentu saja tidaklah selalu mudah karena “kendaraan” tersebut harus berlomba dengan “kendaraan” lain serta menemui berbagai kendala yang mampu menghambat tujuan awal perjalanan.

Keberadaan pengemudi sangat menentukan apa yang akan dihasilkan serta sejauh mana pencapaian kendaraan tersebut melaju. Apakah si pengemudi bermental professional driver atau bad driver, atau malahan hanya memiliki mental passenger dan lebih parah lagi seorang bad passenger. Kemampuan dan mental pengemudi sendiri dapat diubah dan ditingkatkan kemampuannya setiap saat.

Karena pada dasarnya, setiap manusia yang telah dewasa dan sehat jiwa raganya merupakan pemegang mandat kehidupan dari Tuhan. Mandat untuk menjalani kehidupan tersebut berhubungan dengan kendaraan yang dipinjamkan Tuhan selama kehidupan berlangsung dan kita namakan self (diri), yaitu yourself.

Kehadiran buku berjudul lengkap Self Driving; Menjadi Driveratau Passenger? ini selain memetakan tipe dan ciri mental seseorang, juga menawarkan sebuah konsep yang praktis bagaimana merevolusi mental passenger menjadi great driver sehingga bukan hanya mampu menjalankan mandat Tuhan, juga menyelaraskan dan merawatnya dengan baik.

Pada akhirnya, ketika individu bermental driver sudah banyak lahir, maka akan membentuk sebuah komunitas, perusahaan bahkan bangsa yang hebat. Karena bangsa yang hebat adalah a driver nation yang hanya bisa dihasilkan oleh pribadi- pribadi driver, yang menyadari bahwa ia adalah mandataris kehidupan, dan pemimpin- pemimpinnya sadar bahwa ia mendapatkan mandataris dari rakyat untuk melakukan perubahan.

(Halaman 7) Driver adalah sebuah sikap hidup yang membedakan dirinya dengan passenger yang hanya tinggal memilih, duduk manis menjadi penumpang di belakang. Sebaliknya, seorang driver bisa hidup di mana pun mereka berada, dan selalu menumbuhkan harapan. Bila passenger menjadi kerdil karena terbelenggu oleh setting-an otak yang tetap, maka seorang driver akan selalu tumbuh.

Seorang driver bukanlah sopir dalam arti sebenarnya seperti yang sering kita saksikan: sopir metromini, sopir angkot, atau sopir truk. Mereka berada di sana (menjadi self driver) bukan karena tak memiliki pilihan untuk hidup yang lebih baik, melainkan karena kesadaran bahwa sesuatu hanya akan menjadi lebih baik bila Anda sendiri yang mengubahnya. (Halaman 42) Berubah berarti memperbaiki diri dan memperbaiki kehidupan.

Karena itu, untuk melakukannya, memerlukan alat atau senjata yang dipegang seorang driver berupa prinsip. Ada empat prinsip utama yang harus dimiliki seorang driver ; inisiatif, melayani, navigasi, dan tanggung jawab. Inisiatif berarti berani mengambil langkah berisiko, responsif, dan cepat membaca gejala. Melayani bermakna orang yang berpikir tentang orang lain, mampu mendengar, mau memahami, peduli, dan berempati. Navigasi ialah sosok yang memiliki keterampilan membawa gerbong ke tujuan.

Dan tanggung jawab artinya tidak menyalahkan orang lain, tidak berbelit-belit atau menutupi kesalahan diri sendiri. Selainkeempat prinsipdiatas, untuk menjadi seorang great driver memerlukan tiga latihan lainnya untuk membentuk cara berpikir yang baik. Ketiga cara tersebutadalah; pertama, creative thinking, yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah baru, masa-masa sulit atau jalan buntu yang membuat kita terkurung.

(Halaman 189) Kedua, critical thinking atau berpikir kritis untuk melatih kita dalam memeriksa kebenaran. Ketiga, growth mindset atau pemikiran yang terus tumbuh. Orang-orang yang memiliki cara berpikir seperti ini umumnya adalah mereka yang memiliki low self monitor. Mereka bekerja atau melakukan sesuatu bukan karena diperhatikan orang lain, bukan demi pencitraan, melainkan didorong sebuah kekuatan besar dari dalam jiwanya untuk melayani. (Halaman 238)

Noval Maliki
Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
Pengelola Demi Buku Cirebon.
(bbg)
Berita Terkait
The Bases of Our Insecurity
The Bases of Our Insecurity
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Spill Senjata “Siap...
Spill Senjata Siap Pakai untuk Melaksanakan P5
Sihir yang Cantik
Sihir yang Cantik
Membaca Kembali Narasi...
Membaca Kembali Narasi Besar Maestro Tari Gusmiati Suid
Jalan Sulit Gerakan...
Jalan Sulit Gerakan Mahasiswa Menolak Otoritarianisme Orde Baru
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
4 Kontroversi Kaesang,...
4 Kontroversi Kaesang, dari Jet Pribadi hingga Rompi Putra Mulyono
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved