16 Tahun Reformasi, Idealnya Demokrasi Indonesia Sudah Matang

Jum'at, 02 Januari 2015 - 14:33 WIB
16 Tahun Reformasi,...
16 Tahun Reformasi, Idealnya Demokrasi Indonesia Sudah Matang
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai konsolidasi demokrasi di Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1998.

Pengalaman Pileg, Pilpres, dan pPilkada, kata dia, semestinya telah membuat Indonesia matang berdemokrasi.

Apalagi, lanjut dia, selama kurun waktu tersebut, semua proses demokrasi berjalan dengan baik dan lancar.

"Sejak 1998, berarti kita sudah menjalankan praktik pileg dan pilpres sebanyak 4 kali yaitu 1999, 2004, 2009, dan 2014. Kalau kita punya kabupaten/kota sebanyak 497 per Mei 2013, itu artinya pilkada telah dilaksanakan setidaknya lebih dari 1.500 kali di seluruh Indonesia," ujarnya kepada Sindonews, Jumat (2/1/2015).

Menurut dia, tentu ada kendala dan tantangan dalam menjalankan demokrasi tersebut. Tetapi sejauh ini, para penyelenggara dan juga lembaga-lembaga Yudikatif yang menangani sengketa dapat menyelesaikannya dengan baik.

Dia menuturkan, partai politik dan juga para politisinya tentu juga sudah sangat dewasa di dalam menghadapi sengketa-sengketa di dalam berdemokrasi.

"KPU, Bawaslu, MK, dan juga pengadilan TUN sangat berperan dalam meluruskan jalannya demokrasi. Sampai sejauh ini, hampir semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik," ucapnya.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, ujar dia, media massa terbukti telah mampu menjadi kekuatan penyeimbang.

"Praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan dapat dihindarkan berkat kerja keras awak media," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, media massa juga turut menjadi instrumen pencerahan dalam menyeleksi calon para pemimpin.

"Harus diakui, media massa itu adalah ikon perubahan. Media massa bisa menjadikan orang biasa menjadi populer. Popularitas sangat berpengaruh dalam meningkatkan elektabilitas. Ada banyak pemimpin yang lahir baik di tingkat nasional maupun lokal berkat media massa," ucap dia.

Berdasarkan hal itu, lanjut dia, sangat tepat bila banyak pihak yang mengharapkan demokrasi Indonesia harus lebih kokoh di tahun-tahun mendatang.

"Pengalaman 15 tahun mempraktikkan demokrasi adalah modal besar dalam membangun Indonesia. Semua pihak tentu diminta untuk berpartisipasi dalam memajukan praktik demokrasi di Indonesia," kata pria yang juga sebagai Ketua Komisi VIII DPR ini.
(dam)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Laporan Amplop Menhut...
Laporan Amplop Menhut Raja Juli, KPK: Yang Dilaporkan hanya Berita Acara Pengembalian, Nominalnya Tidak
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Kemenag Gandeng 84 Lembaga...
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA PEU
Hotman Paris Ngaku Ditunjuk...
Hotman Paris Ngaku Ditunjuk Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved