Muhammadiyah Dukung Jokowi Soal Hukuman Mati Napi Narkoba
Rabu, 24 Desember 2014 - 13:41 WIB
Muhammadiyah Dukung Jokowi Soal Hukuman Mati Napi Narkoba
A
A
A
JAKARTA - Muhammadiyah mendukung ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait hukuman mati bagi narapidana (napi) narkoba. Presiden Jokowi berjanji tidak akan memberikan grasi kepada terpidana narkoba.
"Muhammadiyah mendukung sepenuhnya adanya hukuman mati terhadap kejahatan narkoba," kata Wakil Ketua Umum PP Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Hal itu dikatakan Malik usai Presiden Jokowi mengunjungi PP Muhammadiyah yang berkonsultasi terkait hukuman mati bagi narkoba.
Malik menilai, narkoba sudah merusak generasi muda sehingga tidak bisa ditolerir. Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
"Pertimbangannya banyak. Terutama generasi yang akan datang. Itu bukan lagi cerita, tapi fakta," tegasnya.
Namun, dalam pertemuan itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tidak tampak. Pasalnya sedang ada agenda di Klaten, Jawa Tengah.
"Pak Din sedang ada di Klaten, ada kegiatan idiom plitor," tegas Malik.
Seperti diketahui, Jokowi sudah bertamu ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah untuk meminta pandangan terkait hukuman mati terhadap terpidana narkoba dan gerakan radikalisme.
"Muhammadiyah mendukung sepenuhnya adanya hukuman mati terhadap kejahatan narkoba," kata Wakil Ketua Umum PP Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Hal itu dikatakan Malik usai Presiden Jokowi mengunjungi PP Muhammadiyah yang berkonsultasi terkait hukuman mati bagi narkoba.
Malik menilai, narkoba sudah merusak generasi muda sehingga tidak bisa ditolerir. Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
"Pertimbangannya banyak. Terutama generasi yang akan datang. Itu bukan lagi cerita, tapi fakta," tegasnya.
Namun, dalam pertemuan itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tidak tampak. Pasalnya sedang ada agenda di Klaten, Jawa Tengah.
"Pak Din sedang ada di Klaten, ada kegiatan idiom plitor," tegas Malik.
Seperti diketahui, Jokowi sudah bertamu ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah untuk meminta pandangan terkait hukuman mati terhadap terpidana narkoba dan gerakan radikalisme.
(maf)