Jasa Marga Kerja Sama dengan 28 Rumah Sakit

Kamis, 18 Desember 2014 - 12:04 WIB
Jasa Marga Kerja Sama...
Jasa Marga Kerja Sama dengan 28 Rumah Sakit
A A A
JAKARTA - PT Jasa Raharja Cabang DKI Jakarta bekerja sama dengan 28 rumah sakit (RS) swasta dan pemerintah. Tujuannya memaksimalkan layanan pembayaran santunan korban kecelakaan lalu lintas.

Kepala Cabang Jasa Raharja DKI Jakarta Dedy Sudrajat mengatakan, kerja sama dengan 28 rumah sakit ini untuk memudahkan identifikasi korban kecelakaan. Kerja sama ini juga melibatkan pihak kepolisian sehingga korban kecelakaan lalu lintas, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka bisa cepat mendapat santunan.

“Kalau ada korban maka pihak rumah sakit juga langsung menginformasikan ke kami,” katanya, kemarin. Selama periode Januari hingga November 2014, Jasa Raharja telah membayar santunan Rp25 miliar. Rinciannya korban luka-luka Rp7 miliar, meninggal dunia Rp16 miliar, dan cacat tetap Rp461 juta. “Ada penurunan dari 2013. Tahun lalu kita membayarkan santunan Rp28,9 miliar,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Wilayah Jakarta Timur Syaiful Amri menegaskan, di wilayahnya ada lima RS yang telah bekerja sama yakni RS Polri, RS Universitas Kristen Indonesia (UKI), RS Islam Pondok Kopi, RS Persahabatan, dan RS Premier Jatinegara. “Dengan adanya kerja sama ini, surat jaminan dapat diterbitkan Jasa Raharja terhadap biaya rawatan korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di rumah sakit sampai dengan batas maksimal sesuai peraturan menteri keuangan,” jelasnya.

Santunan yang diberikan adalah korban meninggal dunia Rp25 juta. Korban meninggal dunia yang tidak mempunyai ahli waris mendapat penggantian biaya penguburan Rp2 juta. Korban cacat tetap mendapat Rp25.000.000. Santunan pengganti biaya perawatan dan pengobatan dokter maksimal Rp10 juta. “Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan terkait cara pengurusan, bisa telepon kantor 021.86611017 atau 08129204570,” tandasnya.

Polda Metro Jaya mencatat Januari hingga November 2014 jumlah kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, tingginya angka kecelakaan tidak terlepas dari meningkatnya jumlah kendaraan baru.

“Peningkatan penjualan kendaraan bermotor berkorelasi dengan pelanggaran dan kecelakaan,” terangnya. Kecelakaan sepanjang Januari-November 2014 mencapai 6.602 kasus, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 5.991 kasus.

Tahun ini jumlah korban meninggal dunia 559 orang tahun ini. Sementara tahun lalu sebanyak 626 orang, sedangkan korban luka berat juga turun dari 2.693 menjadi 2.469 orang. Kemudian, korban luka ringan meningkat dari 2.477 menjadi 3.515 orang (42%).

Helmi syarif
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved