Menhan Tak Ingin Selat Malaka seperti Pantai di Somalia
Rabu, 17 Desember 2014 - 19:21 WIB
Menhan Tak Ingin Selat Malaka seperti Pantai di Somalia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berharap selat Malaka tidak dijadikan seperti di Somalia.
Sekadar diketahui, perairan di lepas pantai Somalia seringkali terjadi perompakan kapal yang dilakukan para bajak laut Somalia.
Menhan Ryamizard mengaku dirinya sudah mengajak negara di ASEAN untuk menjaga selat Malaka. Ajakan itu telah disampaikan di dalam sebuah pertemuan Kementerian Pertahanan se-ASEAN di Myanmar, beberapa waktu lalu.
"Jadi kita berkoordinasi dengan Thailand, Malaysia, Singapura. Tapi yang jelas saya sampaikan, jangan sampai Selat Malaka itu dijadikan seperti di Somalia, itu tidak boleh terjadi," kata Ryamizard di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, simulasi antara angkatan laut di kawasan ASEAN bakal dilakukan. Hal ini untuk mencegah ancaman bajak laut dan boat people (manusia perahu).
"Kedua, bagaimana nanti kalau ada tumpahan minyak selama ini, jangan sampai orang enak-enak lewat sana kok minyak itu kita yang bersihin, itu harus ada tindaklanjutnya," tuturnya.
Dia menuturkan, hal demikian masih sebatas pembicaraan. "Mudah-mudahan terlaksana tahun depan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, perairan di lepas pantai Somalia seringkali terjadi perompakan kapal yang dilakukan para bajak laut Somalia.
Menhan Ryamizard mengaku dirinya sudah mengajak negara di ASEAN untuk menjaga selat Malaka. Ajakan itu telah disampaikan di dalam sebuah pertemuan Kementerian Pertahanan se-ASEAN di Myanmar, beberapa waktu lalu.
"Jadi kita berkoordinasi dengan Thailand, Malaysia, Singapura. Tapi yang jelas saya sampaikan, jangan sampai Selat Malaka itu dijadikan seperti di Somalia, itu tidak boleh terjadi," kata Ryamizard di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, simulasi antara angkatan laut di kawasan ASEAN bakal dilakukan. Hal ini untuk mencegah ancaman bajak laut dan boat people (manusia perahu).
"Kedua, bagaimana nanti kalau ada tumpahan minyak selama ini, jangan sampai orang enak-enak lewat sana kok minyak itu kita yang bersihin, itu harus ada tindaklanjutnya," tuturnya.
Dia menuturkan, hal demikian masih sebatas pembicaraan. "Mudah-mudahan terlaksana tahun depan," pungkasnya.
(maf)