KPK dan Ahok Kompak Serukan Lawan Korupsi
Minggu, 14 Desember 2014 - 19:23 WIB
KPK dan Ahok Kompak Serukan Lawan Korupsi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengunjungi peringatan hari Antikorupsi Internasional yang digelar oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) di Museum Nasional.
Ahok tiba pukul 16.50 WIB dengan menggunakan polo shirt Chelsea berwarna putih dan celana jins biru. Dengan gagah Ahok berjalan santai menuju pintu masuk museum.
Lima belas menit kemudian Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto turut hadir dalam acara ini. Dengan menggunakan kemeja, Bambang hadir bersama anak laki-lakinya. Ahok dan Bambang segera memasuki ruang tunggu dan hanya tersenyum kepada wartawan.
Ketika keluar dari ruang tunggu dan ingin memsuki acara, mereka telah berganti baju. Keduanya menggunakan kaos kuning dengan tulisan 'Demokrasi Tanpa Korupsi'.
Dalam acara ini, mereka menyampaikan sambutan antikorupsi. Dalam orasinya, Bambang mengajak masyarakat untuk melawan korupsi.
"Jauh lebih penting menjaga optimisme untuk melawan korupsi dan menyebarluaskan gagasan tentang kejahatan korupsi ke masyarakat luas," ujar Bambang di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2014).
Sementara, Ahok mengatakan melawan korupsi adalah dengan memperbaiki sistem birokrasi dalam pemerintahan dengan pengendalian gratifikasi.
"Sistem harus dibuat enggak ada anggota DPR susah buat UU. Kalau Presiden sendiri bisa, pakai Perppu. Kalau enggak bisa buat UU, saya gubernur, saya lurus, bawahan enggak berani korupsi mereka akan ikutin atasan. Kita buat sistem, kita bentuk unit pengendalian gratifikasi," tandas Ahok.
Ahok tiba pukul 16.50 WIB dengan menggunakan polo shirt Chelsea berwarna putih dan celana jins biru. Dengan gagah Ahok berjalan santai menuju pintu masuk museum.
Lima belas menit kemudian Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto turut hadir dalam acara ini. Dengan menggunakan kemeja, Bambang hadir bersama anak laki-lakinya. Ahok dan Bambang segera memasuki ruang tunggu dan hanya tersenyum kepada wartawan.
Ketika keluar dari ruang tunggu dan ingin memsuki acara, mereka telah berganti baju. Keduanya menggunakan kaos kuning dengan tulisan 'Demokrasi Tanpa Korupsi'.
Dalam acara ini, mereka menyampaikan sambutan antikorupsi. Dalam orasinya, Bambang mengajak masyarakat untuk melawan korupsi.
"Jauh lebih penting menjaga optimisme untuk melawan korupsi dan menyebarluaskan gagasan tentang kejahatan korupsi ke masyarakat luas," ujar Bambang di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2014).
Sementara, Ahok mengatakan melawan korupsi adalah dengan memperbaiki sistem birokrasi dalam pemerintahan dengan pengendalian gratifikasi.
"Sistem harus dibuat enggak ada anggota DPR susah buat UU. Kalau Presiden sendiri bisa, pakai Perppu. Kalau enggak bisa buat UU, saya gubernur, saya lurus, bawahan enggak berani korupsi mereka akan ikutin atasan. Kita buat sistem, kita bentuk unit pengendalian gratifikasi," tandas Ahok.
(kri)