Fraksi PDIP Pede Perppu Pilkada Bakal Diterima DPR
Kamis, 11 Desember 2014 - 13:51 WIB
Fraksi PDIP Pede Perppu Pilkada Bakal Diterima DPR
A
A
A
JAKARTA - Hingga kini DPR belum membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun begitu, Fraksi PDIP merasa percaya diri peraturan ini akan diterima parlemen.
"100% yakin (diterima)," ujar Anggota Fraksi PDIP Maruarar Sirait di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Pasalnya, menurut dia, mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih pilkada secara langsung. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Fraksi PDIP mendukung mekanisme tersebut.
"Kita berusaha betul bagaimana menyerap omongan publik dengan tepat. Dari semua cara kita yakin mayoritas Indonesia inginkan pilkada langsung," kata dia.
Mekanisme pemilihan langsung, lanjut Maruarar, dapat menjamin hak-hak masyarakat dalam menjalankan demokrasi di Tanah Air. "Kami sangat yakin dari segi demokrasi kedepankan hak-hak publik, kita harus yakin," lanjutnya.
Sementara itu, mengenai sikap partai politik lain yang hingga kini masih belum menentukan sikap, Maruarar menambahkan pihaknya menghormati hal itu.
"Kita menghormati semua partai tentu punya alasan soal pilkada ini, apakah setuju atau tidak," pungkasnya.
"100% yakin (diterima)," ujar Anggota Fraksi PDIP Maruarar Sirait di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Pasalnya, menurut dia, mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih pilkada secara langsung. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Fraksi PDIP mendukung mekanisme tersebut.
"Kita berusaha betul bagaimana menyerap omongan publik dengan tepat. Dari semua cara kita yakin mayoritas Indonesia inginkan pilkada langsung," kata dia.
Mekanisme pemilihan langsung, lanjut Maruarar, dapat menjamin hak-hak masyarakat dalam menjalankan demokrasi di Tanah Air. "Kami sangat yakin dari segi demokrasi kedepankan hak-hak publik, kita harus yakin," lanjutnya.
Sementara itu, mengenai sikap partai politik lain yang hingga kini masih belum menentukan sikap, Maruarar menambahkan pihaknya menghormati hal itu.
"Kita menghormati semua partai tentu punya alasan soal pilkada ini, apakah setuju atau tidak," pungkasnya.
(kri)