Meski Kecewa, Kader Golkar Ogah Hengkang
Selasa, 02 Desember 2014 - 16:43 WIB
Meski Kecewa, Kader Golkar Ogah Hengkang
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kader Partai Golkar menganggap Munas IX yang digelar di Nusa Dua, Bali, penuh rekayasa dari kubu Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).
Seperti diketahui, tujuh calon ketua umum yang sebelumnya bertekad maju bersaing dengan Ical memilih mundur. Mereka menganggap Munas sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan Ical.
Anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar mengatakan, sebenarnya banyak kader partai berlambang pohon beringin menentang pencalonan kembali Ical sebagai Ketua Umum.
Namun kata Agun, mereka tak berani menyatakan secara terbuka karena takut dipecat atau digeser dari jabatan strategis.
"Anggota Fraksi Golkar banyak yang tidak mendukung. Tapi enggak berani bersuara karena takut digeser. Itu takut," kata Agun saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2014).
Meski dirinya diancam akan diberi sanksi, Agun mengatakan dirinya tidak khawatir. Dia tak akan pindah ke partai lain dan bakal tetap di Golkar.
Agun juga yakin pasca Munas di Bali, para kader Golkar yang kecewa tidak akan mendirikan partai baru.
"Saya jamin tidak akan ada kelahiran partai baru dari kader Golkar. Saya sendiri masih tetap di Golkar," pungkasnya.
Seperti diketahui, tujuh calon ketua umum yang sebelumnya bertekad maju bersaing dengan Ical memilih mundur. Mereka menganggap Munas sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan Ical.
Anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar Agun Gunandjar mengatakan, sebenarnya banyak kader partai berlambang pohon beringin menentang pencalonan kembali Ical sebagai Ketua Umum.
Namun kata Agun, mereka tak berani menyatakan secara terbuka karena takut dipecat atau digeser dari jabatan strategis.
"Anggota Fraksi Golkar banyak yang tidak mendukung. Tapi enggak berani bersuara karena takut digeser. Itu takut," kata Agun saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2014).
Meski dirinya diancam akan diberi sanksi, Agun mengatakan dirinya tidak khawatir. Dia tak akan pindah ke partai lain dan bakal tetap di Golkar.
Agun juga yakin pasca Munas di Bali, para kader Golkar yang kecewa tidak akan mendirikan partai baru.
"Saya jamin tidak akan ada kelahiran partai baru dari kader Golkar. Saya sendiri masih tetap di Golkar," pungkasnya.
(maf)