Jokowi Diminta Tak Ulangi Praktik Kasar Rezim Orba

Rabu, 26 November 2014 - 13:53 WIB
Jokowi Diminta Tak Ulangi...
Jokowi Diminta Tak Ulangi Praktik Kasar Rezim Orba
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra menilai sejumlah kebijakan menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa pekan terakhir kerap menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Kebijakan pemerintah itu seperti, kebijakan Menkumham Yasonna Laoly yang meloloskan pengurusan DPP PPP kubu Romahurmuziy versi Muktamar Surabaya.

Menurut Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman, penetapan pengurus tersebut terjadi selang sehari politikus PDIP itu dilantik menjadi Menkumham. Sehingga, hal ini dinilai syarat akan nuansa politis.

"Kebijakan Menkumham itu terang-terangan melanggar Pasal 24 UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik," ujar Habib melalui pesan singkat yang diterima Sindonews, Rabu (26/11/2014).

Berikutnya, kebijakan Jokowi melalui keputusan Presiden (Keppres) yang secara terang-terangan melarang para pembantunya untuk memenuhi panggilan DPR. Hal itu pun akhirnya dipatuhi para menteri. Bahkan, Menteri BUMN, Rini Soemarno secara terangan-terangan melarang pimpinan BUMN menghadiri panggilan DPR.

Menurut dia, DPR merupakan lembaga tinggi negara yang diberikan tugas serta hak kontitusi untuk mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan. Sehingga, tak pantas Jokowi melarang para menterinya tersebut.

Kebijakan yang paling baru, kata Habib, keluarnya permintaan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang meminta kepada jajaran Polri agar tak memberikan izin kepada Partai Golkar untuk menggelar Munas di Bali pada 30 November sampai 3 Desember 2014.

Mantan aktivis 98 ini mengatakan, larangan Menko Polhukam itu dinilai sebagai bentuk intervensi yang mengarah pada 'pelemahan' Partai Golkar oleh pemerintah.

"Rezim Jokowi seharusnya tidak mengulangi praktik-praktik politik kasar seperti rezim Orde Baru. Demokrasi dan reformasi yang kita rasakan saat ini adalah buah dari perjuangan sangat panjang yang bahkan mengorbankan darah dan tenaga."

"Tindakan-tindakan politik kasar seperti intervensi terhadap partai politik dan pelemahan DPR pasti akan menuai perlawanan dari rakyat," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Lantik...
Presiden Jokowi Lantik 4 Pejabat Negara
Isu Reshuffle Kian Santer,...
Isu Reshuffle Kian Santer, Nama-nama Ini Bakal Masuk Kabinet?
Kecewa Kinerja Menterinya,...
Kecewa Kinerja Menterinya, Resuffle Jadi Pilihan Dilematis Jokowi
Ucapan Jokowi Dinilai...
Ucapan Jokowi Dinilai Keras, Seolah Berkata 'Yang Enggak Beres, Ganti'
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan...
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan untuk Reshuffle Tanpa Gangguan Parpol
Analis Politik ke Jokowi:...
Analis Politik ke Jokowi: Tak Cukup Menegur, jika Perlu Reshuffle Menteri
Berita Terkini
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved