Digandrungi Anak Muda, Pasangan Ahmad Ali-Abdul Karim Diyakini Bisa Raup Suara Mayoritas
Jum'at, 08 November 2024 - 16:58 WIB
loading...
Paslon cagub cawagub nomor urut 1 Ahmad HM Ali-Abdul Karim Al Jufri diyakini bisa meraup suara mayoritas anak muda pada Pilkada di Sulawesi Tengah pada 27 November 2024.
A
A
A
KOTA PALU - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ahmad HM Ali-Abdul Karim Al Jufri diyakini bisa meraup suara mayoritas anak muda pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 27 November mendatang.
Hal itu lantaran pasangan calon (Paslon) dengan tagline Beramal merupakan representasi dari anak muda. Abdul Karim yang jadi calon wakil gubernur mewakili kelompok muda, termasuk milenial dan Gen Z.
Ahmad Ali sebagai calon gubernur berkomitmen ingin memastikan pembangunan di Sulawesi Tengah melibatkan kaum muda. Komitmen itu pun dibuktikannya dengan memilih Abdul Karim, politisi muda berprestasi, untuk menjadi wakilnya.
"Pemerintah harus memberi ruang kepada anak muda untuk ikut membangun daerah ini, kami ingin memastikan itu," ujar Ahmad Ali dalam keterangannya, Jumat (8/11/2024).
Dia ingin ke depan pembangunan daerah melibatkan semua pihak, termasuk anak muda. Dia tidak ingin anak muda hanya dijadikan komoditas politik. Generasi muda harus ikut berperan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Hal itu lantaran pasangan calon (Paslon) dengan tagline Beramal merupakan representasi dari anak muda. Abdul Karim yang jadi calon wakil gubernur mewakili kelompok muda, termasuk milenial dan Gen Z.
Ahmad Ali sebagai calon gubernur berkomitmen ingin memastikan pembangunan di Sulawesi Tengah melibatkan kaum muda. Komitmen itu pun dibuktikannya dengan memilih Abdul Karim, politisi muda berprestasi, untuk menjadi wakilnya.
"Pemerintah harus memberi ruang kepada anak muda untuk ikut membangun daerah ini, kami ingin memastikan itu," ujar Ahmad Ali dalam keterangannya, Jumat (8/11/2024).
Dia ingin ke depan pembangunan daerah melibatkan semua pihak, termasuk anak muda. Dia tidak ingin anak muda hanya dijadikan komoditas politik. Generasi muda harus ikut berperan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Lihat Juga :