Jokowi Ngaku Naikkan BBM Setelah Merenung Panjang
Selasa, 18 November 2014 - 18:43 WIB
Jokowi Ngaku Naikkan BBM Setelah Merenung Panjang
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Senin 17 November 2014 malam.
Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium sebesar Rp2.000 per liter, dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter. Sedangkan harga solar ditetapkan dari Rp5.500 menjadi Rp7.500.
Sejumlah kalangan beragam menanggapi kenaikan harga BBM tersebut, ada yang pro dan kontra. Sedangkan bagi Jokowi, diakuinya keputusan tersebut merupakan pilihan yang berat.
"Saya paham atas keluh kesah masyarakat, kegelisahan masyarakat atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun langkah ini harus saya ambil, setelah lewat perenungan yang panjang," kata Jokowi di akun Facebooknya, Selasa (18/11/2014).
"Kenaikan harga BBM ini untuk mengatalisator percepatan pembangunan infrastruktur dan juga memperluas distribusi kekayaan negara untuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga," imbuhnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar pengalihan dana subsidi dari BBM ke infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga diadakan secara transparan.
"Setiap orang bisa melihat pengalihan (kenaikan harga BBM) itu agar tidak terjadi penyimpangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya ambil keputusan berat ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Berikut berbagai tanggapan terkait harga BBM naik di akun Facebook Jokowi:
Ayu Dian Agung: Bbm bole naik pak, tapi minta tolong kebutuhan pokok jgn melambung mencekik leher....bisa mati rakyat ini hidup hemat karena jatah makan berkurang pak.....segera carikan solusi biar kebutuhan sandang pangan bisa terjangkau dgn kami semua,.
Milanelo Slanker Ndut: asal untuk rakyat bapak... jangan gentar... keputusan yg harus di laksanakan... moga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia... makin nyata... jangan timpang tidak merata...subsidi nya di alihkan ke ... kepentingan rakyat jelata...
Udin Joni Yahmi: Modus aja isinya..sy tidak percaya pemimpin seperti anda,,subsidi untuk rakyat engkau pangkas,sdgkan gaji Anggota DPR yang amat tinggi tidak engkau pangkas, bahkan kemewahan2x, dan tunjangan2x pejabat tidak pula kau pangkas,,beginikah yang engkau janjikan dulu..?mana program rakyat yang memakmurkan rakyat..ini bukan keputusan anda semata..,ini jelas ada campur tangan orang asing agar harga minyak bisa bersaing dan menguntungkan mereka.
Delfitra K-Link: Kalian memang sudah buta karena tebar pesona Jokowi. Pembagian subsidi tidak akan menyelesaikan masalah secara makro. Sementara kenaikan harga BBM akan berdampak makro atau menyeluruh.
Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium sebesar Rp2.000 per liter, dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter. Sedangkan harga solar ditetapkan dari Rp5.500 menjadi Rp7.500.
Sejumlah kalangan beragam menanggapi kenaikan harga BBM tersebut, ada yang pro dan kontra. Sedangkan bagi Jokowi, diakuinya keputusan tersebut merupakan pilihan yang berat.
"Saya paham atas keluh kesah masyarakat, kegelisahan masyarakat atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun langkah ini harus saya ambil, setelah lewat perenungan yang panjang," kata Jokowi di akun Facebooknya, Selasa (18/11/2014).
"Kenaikan harga BBM ini untuk mengatalisator percepatan pembangunan infrastruktur dan juga memperluas distribusi kekayaan negara untuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga," imbuhnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar pengalihan dana subsidi dari BBM ke infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga diadakan secara transparan.
"Setiap orang bisa melihat pengalihan (kenaikan harga BBM) itu agar tidak terjadi penyimpangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya ambil keputusan berat ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Berikut berbagai tanggapan terkait harga BBM naik di akun Facebook Jokowi:
Ayu Dian Agung: Bbm bole naik pak, tapi minta tolong kebutuhan pokok jgn melambung mencekik leher....bisa mati rakyat ini hidup hemat karena jatah makan berkurang pak.....segera carikan solusi biar kebutuhan sandang pangan bisa terjangkau dgn kami semua,.
Milanelo Slanker Ndut: asal untuk rakyat bapak... jangan gentar... keputusan yg harus di laksanakan... moga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia... makin nyata... jangan timpang tidak merata...subsidi nya di alihkan ke ... kepentingan rakyat jelata...
Udin Joni Yahmi: Modus aja isinya..sy tidak percaya pemimpin seperti anda,,subsidi untuk rakyat engkau pangkas,sdgkan gaji Anggota DPR yang amat tinggi tidak engkau pangkas, bahkan kemewahan2x, dan tunjangan2x pejabat tidak pula kau pangkas,,beginikah yang engkau janjikan dulu..?mana program rakyat yang memakmurkan rakyat..ini bukan keputusan anda semata..,ini jelas ada campur tangan orang asing agar harga minyak bisa bersaing dan menguntungkan mereka.
Delfitra K-Link: Kalian memang sudah buta karena tebar pesona Jokowi. Pembagian subsidi tidak akan menyelesaikan masalah secara makro. Sementara kenaikan harga BBM akan berdampak makro atau menyeluruh.
(maf)