Minta Jatah Kursi, Makin Perlihatkan KIH Haus Kekuasaan

Kamis, 13 November 2014 - 07:01 WIB
Minta Jatah Kursi, Makin...
Minta Jatah Kursi, Makin Perlihatkan KIH Haus Kekuasaan
A A A
JAKARTA - Kesepakatan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di mana KMP memberikan 21 posisi kursi pemimpin alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR kepada KIH, semakin menunjukkan siapa yang haus akan kekuasaan.

Hal itu dikatakan pakar komunikasi politik Universitas Mercu Buana (UMB), Heri Budianto. Menurutnya, padahal selama ini mereka mengatasnamakan rakyat dan membuat gaduh di DPR.

"Deal bagi-bagi kekuasaan sangat menonjol dan tercium ke publik. Akhirnya tahu bahwa KIH khususnya PDIP enggak lebih dari kepentingan kelompok dan bagi-bagi kekuasaan," kata Heri Budianto kepada KORAN SINDO di Jakarta, Rabu 12 November 2014.

Heri berpendapat, kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa di parlemen ada yang diperebutkan, namun mereka mengatasnamakan rakyat. Bahkan, KIH juga menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa KMP akan menjegal pemerintahan, padahal intinya adalah kekuasaan.

"Kalau memang ada 21 kursi apalagi orientasinya kalau bukan untuk itu. Mereka berhentilah mengatasnamakan rakyat, khususnya PDIP," tegasnya.

Dia menjelaskan, dengan adanya perselisihan di parlemen ini, ada ekses yang ditimbulkan, karena anggota DPR tidak bekerja selama satu bulan. Padahal, mereka sudah dipilih rakyat.

"Jadi jangan sampai karena tingkah pola anggota DPR ini jadi tidak menjalankan tugasnya di parlemen. Ke depan mereka (DPR) jangan mengatasnamakan rakyat ketika mereka berseteru," imbuhnya.

Menurut Heri, dengan dinamika politik yang terjadi di perlemmen, lobi-lobi politik jadi jauh bisa diterima di DPR dan ini menjadi tidak sehat. Karena KIH sebagai partai pendukung pemerintahan tahu celah bagaimana membuat KMP memenuhi apa yang ingin dipenuhi.

"Ada perbedaan mencolok, langsung melakukan mosi tidak percaya. Jadi preseden buruk kalau saling sandera," ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dengan suasana politik parlemen saat ini KMP diuntungkan dari sisi persepsi publik. Karena KMP mengakomodir keinginan KIH berupa 21 kursi pemimpin AKD.

"Jadi KIH dipersepsikan memang haus kekuasan," tambahnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan, agar ke depannya tidak terjadi hal serupa, seluruh anggota DPR harus taat aturan. Selain itu, pemimpin juga harus mengakomodir semua kepentingan kelompok.

Karena hal ini terjadi lantaran KIH tidak diakomodir di dalam setiap sidang. "Jadi pimpinan DPR harus jadi bagi 560 anggota. Jangan buat statement berbau kelompok," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved