Riki Maulana Hanya Bisa Tergolek di Tempat Tidur

Rabu, 12 November 2014 - 13:31 WIB
Riki Maulana Hanya Bisa...
Riki Maulana Hanya Bisa Tergolek di Tempat Tidur
A A A
KARAWANG - Riki Maulana hanya bisa terbaring di tempat tidur seumur hidupnya. Bocah berusia 14 tahun asal Kabupaten Karawang itu tak bisa melakukan kegiatan apa pun seperti anak-anak lain seusianya menyusul kondisi fisiknya yang tidak normal akibat gizi buruk.

Ya, Riki memang mengalami masalah dengan fisiknya setelah berusia satu tahun. Dua kakinya lumpuh dengan kondisi memprihatinkan. Begitu juga tubuhnya sangat jauh berbeda dari ukuran fisik anak usia 14 tahun. Berat badannya hanya 7 kg dengan tinggi badan yang sangat jauh dari ideal. Tak pelak, dia hanya bisa terkulai lemas di tempat tidurnya.

”Sebetulnya saat dia lahir kondisi fisiknya normal seperti bayi pada umumnya. Tapi, ketika Riki berusia beberapa bulan, ibunya pergi menjadi TKI di Arab Saudi. Sejak itu dia tinggal dan diurus kakek-neneknya dan saya. Ibunya juga hingga kini belum pulang-pulang dari sana, bahkan tidak ada kabar beritanya sama sekali,” ungkap bibi Riki, Ida Rosidah.

Sejak kepergian ibunya ke Arab Saudi menjadi tenaga kerja Indonesia, Riki memang tinggal di rumah kakek-neneknya di Dusun Cibatu, Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat. Namun, lantaran keterbatasan pengetahuan dan ekonomi, dia tidak dirawat secara maksimal.

”Mereka (kakek-nenek Riki) orang tak punya, jadi sejak bayi, Riki hanya diberi makanan dan susu ala kadarnya. Bahkan susu yang diberikan kepada Riki sejak bayi hanya susu sasetan kental yang biasa dikonsumsi orang dewasa,” lanjut Ida.

Tentu, kakek-nenek Riki bukan tak mau memberi asupan makanan bergizi dan susu formula kepada sang cucu. Mereka memang tidak mampu berbuat banyak karena masalah ekonomi. Pasangan renta ini hanyalah buruh tani yang berpenghasilan sangat minim. Tidur pun hanya beralaskan tikar seadanya. Sementara sang ayah, Junaedi, hanya bekerja serabutan dengan menjadi kernet bus di Jakarta.

”Perubahan kondisi fisik Riki terlihat pada waktu dia berusia satu tahun. Kaki dan tangannya mengecil, tapi kepalanya membesar. Kami juga tak bisa berbuat apa-apa. Jangankan membawa ke rumah sakit, ke puskesmas pun kami tak mampu,” kata Ida. Hingga makin besar, kondisi Riki makin memprihatinkan.

Dia bukan tumbuh normal, malah sebaliknya, tak bisa berjalan dan menggerakkan dua tangan. Yang bisa dikakukan hanyalah tergeletak di atas tempat tidur. Persoalan gizi buruk di Karawang bukan sekali ini terjadi, bahkan berlangsung sejak lama. Dalam catatan Dinas Kesehatan Karawang pada 2013, kasus gizi buruk di daerah itu mencapai 63 kasus. Jumlah itu turun drastis ketimbang 2010 yang mencapai 113 kasus. ?M Bayu hidayah/ant
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved