Kemendagri Terjunkan Tim ke 187 Kecamatan di Perbatasan

Selasa, 11 November 2014 - 04:01 WIB
Kemendagri Terjunkan...
Kemendagri Terjunkan Tim ke 187 Kecamatan di Perbatasan
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan menerjunkan timnya untuk menginventarisasi masalah di daerah perbatasan.

Hal ini dilakukan agar masalah yang ditemukan dapat segera dikoordinasikan dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah (pemda) yang bersangkutan.

“Arahan Pak Presiden ini masalah percepatan pemerataan pembangunan," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, di Kantor BNPP, Senin 10 November 2014.

"Salah satu bidang yang menjadi tanggung jawab saya adalah kawasan perbatasan. Hari ini kita rapat membagi teman- teman untuk segera turun ke wilayah perbatasan,” imbuhnya.

Rencana tim inventarisasi tersebut akan diturunkan di 187 kecamatan yang terletak wilayah perbatasan. Mulai dari Sabang di Aceh, Kepulauan Riau, Entikong di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sangir Talaud di Sulawesi Utara, Papua Nugini, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dari itu semua nanti segera diinventarisir kira-kira infrastruktur jalan mana yang harus segera dibangun. Infrastruktur pengairan mana yang harus segera dibangun. Kemudian koordinasi dengan pemda,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, daerah perbatasan merupakan pintu gerbang sebuah negara. Maka dari itu untuk membangun pintu gerbang yang baik, diri meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) terutama menyangkut keimigrasian untuk lebih ditata.

“Seperti Entikong, Sangir Talaud, NTT, dan kepulauan Riau banyak warganya dagang. Ini perlu diperketat dengan baik. Kemudian minta dengan Panglima TNI untuk memasang patok perbatasan. Kita minta satu tahun sudah selesai,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Kemendagri juga akan berkoordinasi dengan kementerian lain menyangkut peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah perbatasan.

Misalnya bagaimana masyarakat wilayah perbatasan dapat meningkatkan kesejahteraannya. Baginya daerah perbatasan tidak hanya cukup dibangun infrastruktur semata tapi juga memberdayakannya.

“Pasarnya dibangun, dibangun puskesmas, SD inpresnya ada, sekolah SMP juga ada. Lalu penerangannya juga ada. Saya kira satu tahun sudah harus selesai. BNPP itu ketuanya saya. Kawasan perbatasan harus clear,” pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Upacara Penyambutan...
Upacara Penyambutan Kepulangan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini
Pasukan Yon Armed 6/3...
Pasukan Yon Armed 6/3 Penjaga Perbatasan RI-RDTL Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal
Majukan Wilayah Perbatasan,...
Majukan Wilayah Perbatasan, Satgas TMMD Permudah Akses Masyarakat
Prajurit TNI di Perbatasan...
Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Dapat Bantuan Logistik dari TBIG
Satgas Pamtas RI dan...
Satgas Pamtas RI dan Bea Cukai Gagalkan Transaksi Amunisi Tajam di Perbatasan Papua Nugini
Sapa Satgas TNI di Perbatasan,...
Sapa Satgas TNI di Perbatasan, Jokowi: Gaji dan Tunjangan Lancar?
Berita Terkini
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved