Rieke Salahkan SBY, Ruhut Sebut Gara-gara Tak Jadi Menteri
Rabu, 05 November 2014 - 16:04 WIB
Rieke Salahkan SBY, Ruhut Sebut Gara-gara Tak Jadi Menteri
A
A
A
JAKARTA - Tudingan politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditimpali politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Ruhut sebut Rieke sedang marah karena tak terpilih jadi menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo.
"Teteh Rieke jangan lah gitu teh. Karena enggak jadi menteri tenaga kerja marah sama Pak SBY," tukas Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Anggota Komisi III DPR RI ini meminta PDIP tidak perlu mengaitkan kendala pemerintahan sekarang dengan pemerintahan SBY. Menurutnya, PDIP sebagai partai penguasa harus siap menghadapi kendala pemerintahan saat ini.
"Selesaikan sendiri, jangan dikaitkan dengan Pak SBY. Kalau aku lihat PDIP ibarat makan buah simalakama," kata Ruhut tanpa menjelaskan lebih lanjut makna buah simalakama yang dimaksudnya.
Sebelumnya Rieke menuding SBY telah salah mengurus negara saat berkuasa pada periode sebelumnya. Pasalnya, menurut Rieke, saat keuangan negara dalam kondisi defisit.
Kondisi defisit ini membuat Pemerintahan yang dipimpin Jokowi saat ini harus membuat kebijakan yang tidak populer, yakni menaikkan harga bahan bakar minyak.
"Teteh Rieke jangan lah gitu teh. Karena enggak jadi menteri tenaga kerja marah sama Pak SBY," tukas Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Anggota Komisi III DPR RI ini meminta PDIP tidak perlu mengaitkan kendala pemerintahan sekarang dengan pemerintahan SBY. Menurutnya, PDIP sebagai partai penguasa harus siap menghadapi kendala pemerintahan saat ini.
"Selesaikan sendiri, jangan dikaitkan dengan Pak SBY. Kalau aku lihat PDIP ibarat makan buah simalakama," kata Ruhut tanpa menjelaskan lebih lanjut makna buah simalakama yang dimaksudnya.
Sebelumnya Rieke menuding SBY telah salah mengurus negara saat berkuasa pada periode sebelumnya. Pasalnya, menurut Rieke, saat keuangan negara dalam kondisi defisit.
Kondisi defisit ini membuat Pemerintahan yang dipimpin Jokowi saat ini harus membuat kebijakan yang tidak populer, yakni menaikkan harga bahan bakar minyak.
(hyk)