Naikkan Harga BBM, Jokowi Sakiti Rakyat
Rabu, 05 November 2014 - 07:07 WIB
Naikkan Harga BBM, Jokowi Sakiti Rakyat
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menyayangkan rencana pemerintahan Jokowi-JK yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi di masa awal kepemimpinannya.
"Baru belasan hari memerintah, Presiden Joko Widodo langsung memaksa rakyat menelan pil pahit," ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa 4 November 2014.
Dirinya berpendapat, rencana kebijakan yang tak pro rakyat ini sulit diterima. Pasalnya, harga minyak dunia tengah mengalami penurunan.
"Kebijakan Jokowi ini jelas-jelas menyakiti rakyat dan sulit diterima akal sehat. Pemerintah baru ini menaikkan harga BBM bersubsidi ketika harga minyak di pasar internasional sedang mengalami penurunan," terangnya.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menuturkan, APBN-P 2014 mengasumsikan harga minyak USD105 per barel, sementara harga minyak saat ini di kisaran USD82 per barel.
"Logikanya, kalau pun tidak mau menurunkan harga BBM bersubsidi, Jokowi setidaknya harus punya keberanian dan kemauan politik untuk mempertahankan harga pada level yang berlaku sekarang demi melindungi rakyat," lanjutnya.
Dirinya pun keberatan dan menolak rencana kebijakan pemerintahan Jokowi-JK untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut.
"Sebab, menaikkan harga BBM bersubsidi adalah tindakan yang tidak berpihak pada rakyat atau wong cilik. Ungkapan ‘Jokowi pro Rakyat’ kini terbukti sebagai slogan tanpa makna," pungkasnya.
"Baru belasan hari memerintah, Presiden Joko Widodo langsung memaksa rakyat menelan pil pahit," ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa 4 November 2014.
Dirinya berpendapat, rencana kebijakan yang tak pro rakyat ini sulit diterima. Pasalnya, harga minyak dunia tengah mengalami penurunan.
"Kebijakan Jokowi ini jelas-jelas menyakiti rakyat dan sulit diterima akal sehat. Pemerintah baru ini menaikkan harga BBM bersubsidi ketika harga minyak di pasar internasional sedang mengalami penurunan," terangnya.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menuturkan, APBN-P 2014 mengasumsikan harga minyak USD105 per barel, sementara harga minyak saat ini di kisaran USD82 per barel.
"Logikanya, kalau pun tidak mau menurunkan harga BBM bersubsidi, Jokowi setidaknya harus punya keberanian dan kemauan politik untuk mempertahankan harga pada level yang berlaku sekarang demi melindungi rakyat," lanjutnya.
Dirinya pun keberatan dan menolak rencana kebijakan pemerintahan Jokowi-JK untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut.
"Sebab, menaikkan harga BBM bersubsidi adalah tindakan yang tidak berpihak pada rakyat atau wong cilik. Ungkapan ‘Jokowi pro Rakyat’ kini terbukti sebagai slogan tanpa makna," pungkasnya.
(kri)