10 Tahun Berkuasa, Demokrat Akui SBY Tinggalkan Banyak PR
Sabtu, 18 Oktober 2014 - 11:20 WIB
10 Tahun Berkuasa, Demokrat Akui SBY Tinggalkan Banyak PR
A
A
A
JAKARTA - Tinggal menghitung hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meninggalkan Istana negara. Posisinya bakal digantikan Joko Widodo sebagi Presiden terpilih.
Selama 10 tahun berkuasa, SBY dinilai banyak menorehkan 'tinta emas' dalam membangun pondasi perubahan untuk Indonesia.
"Meskipun ada banyak PR yang akan dilanjutkan oleh penerusnya," kata Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan saat diksusi Polemik Sindo bertema 'Berpisah Dengan SBY' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Menurut Ramadhan, setiap generasi kekuasaan selalu meninggalkan program dan kebijakan yang diwariskan penerusnya. SBY, kata Pohan, dianggap berani mengambil risiko meskipun popularitas taruhannya. "Pemimpin yang tidak melakukan intervensi," ujarnya.
Anggota DPR ini mengisahkan, saat awal menjadi presiden, banyak relawan yang berbondong-bondong membantu pemenangan SBY. Namun, ketika menang tidak semua relawan di ajak ke Istana.
Dia menambahkan, hal itu berbanding terbalik dengan pola relawan yang membantu Jokowi. Katanya, Jokowi sekarang kesulitan karena harus mengakomodir keinginan relawan yang sudah memenangkan dia.
"Ini contoh yang baik juga, misalnya bukan berarti saya khususnya kader Demokrat bangga dengan kepemimpinan SBY," tandasnya.
Selama 10 tahun berkuasa, SBY dinilai banyak menorehkan 'tinta emas' dalam membangun pondasi perubahan untuk Indonesia.
"Meskipun ada banyak PR yang akan dilanjutkan oleh penerusnya," kata Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan saat diksusi Polemik Sindo bertema 'Berpisah Dengan SBY' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Menurut Ramadhan, setiap generasi kekuasaan selalu meninggalkan program dan kebijakan yang diwariskan penerusnya. SBY, kata Pohan, dianggap berani mengambil risiko meskipun popularitas taruhannya. "Pemimpin yang tidak melakukan intervensi," ujarnya.
Anggota DPR ini mengisahkan, saat awal menjadi presiden, banyak relawan yang berbondong-bondong membantu pemenangan SBY. Namun, ketika menang tidak semua relawan di ajak ke Istana.
Dia menambahkan, hal itu berbanding terbalik dengan pola relawan yang membantu Jokowi. Katanya, Jokowi sekarang kesulitan karena harus mengakomodir keinginan relawan yang sudah memenangkan dia.
"Ini contoh yang baik juga, misalnya bukan berarti saya khususnya kader Demokrat bangga dengan kepemimpinan SBY," tandasnya.
(kri)