Pengamat: Demokrat Semakin Tak terpisahkan dari KMP
Selasa, 07 Oktober 2014 - 05:16 WIB
Pengamat: Demokrat Semakin Tak terpisahkan dari KMP
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Twitter bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) telah sepakat mendukung Perppu Pilkada semakin menunjukkan Partai Demokrat bagian tak terpisahkan dari koalisi Prabowo.
"Ada agenda politik lain di balik keterusterangan SBY," kata Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar ketika dihubungi SINDO, Senin 6 Oktober 2014 malam.
Dia menilai, strategi politik SBY dengan menerbitkan Perppu merupakan grand desain dari upaya politik agar dinamika politik tetap terkontrol olehnya. Bahkan sejak awal, dirinya sudah menyangsikan sikap KMP yang menolak mendukung Perppu.
"Apa yang dilakukan Fraksi Demokrat dengan aksi walk out tidak mendapat perhatian serius dari SBY. SBY kemudian menerbitkan Perppu sebagai jawaban atas kemarahan rakyat terhadap hasil UU Pilkada," jelas Idil.
Kemudian, lanjutnya, terpilihnya Demokrat dalam paket pimpinan DPR dari KMP. Serta, kemungkinan terpilihnya Demokrat yang oleh KMP diajukan sebagai calon Ketua MPR nanti.
"Itu semua terindikasi ada komitmen politik yang dibangun SBY dan KMP. Salah satunya adalah kesepahaman atau penyetujuan terhadap Perppu Pilkada," pungkas Idil.
"Ada agenda politik lain di balik keterusterangan SBY," kata Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar ketika dihubungi SINDO, Senin 6 Oktober 2014 malam.
Dia menilai, strategi politik SBY dengan menerbitkan Perppu merupakan grand desain dari upaya politik agar dinamika politik tetap terkontrol olehnya. Bahkan sejak awal, dirinya sudah menyangsikan sikap KMP yang menolak mendukung Perppu.
"Apa yang dilakukan Fraksi Demokrat dengan aksi walk out tidak mendapat perhatian serius dari SBY. SBY kemudian menerbitkan Perppu sebagai jawaban atas kemarahan rakyat terhadap hasil UU Pilkada," jelas Idil.
Kemudian, lanjutnya, terpilihnya Demokrat dalam paket pimpinan DPR dari KMP. Serta, kemungkinan terpilihnya Demokrat yang oleh KMP diajukan sebagai calon Ketua MPR nanti.
"Itu semua terindikasi ada komitmen politik yang dibangun SBY dan KMP. Salah satunya adalah kesepahaman atau penyetujuan terhadap Perppu Pilkada," pungkas Idil.
(kri)