KMP Bidik Ketua di Komisi Strategis

Sabtu, 04 Oktober 2014 - 03:11 WIB
KMP Bidik Ketua di Komisi...
KMP Bidik Ketua di Komisi Strategis
A A A
JAKARTA - Setelah berhasil menguasai posisi ketua DPR, Koalisi Merah Putih (KMP) kembali berpeluang menduduki jabatan ketua di komisi-komisi strategis di parlemen.

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio menilai, peluang itu sangat terbuka jika melihat soliditas KMP yang cukup kompak sampai saat ini.

"Ada beberapa komisi yang cukup strategis di antaranya Komisi I yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri, Komisi II bidang pemerintahan dalam negeri, kemudian Komisi III yang membidangi hukum serta Komisi VII bidang sumber daya energi," ujarnya ketika dihubungi SINDO, Jumat (3/10/2014).

Namun demikian, penguasaan ketua komisi dan ketua DPR tidak menentukan dalam pengambilan keputusan. Sebab, ketua tidak memiliki otoritas untuk mengambil keputusan.

Pembahasan isu, kata dia, akan melalui negosiasi di antara anggota dewan. Jika tidak terjadi mufakat maka mekanisme voting tetap dilakukan. "Walaupun KMP berpeluang besar meraih jabatan di komisi strategis tapi setiap keputusan tetap melalui mekanisme yang ada," ujarnya.

Menurut dia, penguasaan komisi strategis hanya bermanfaat bagi parpol sebagai alat distribusi kekuasaan di internal partai. Dia mencontohkan, dengan Setya Novanto menjabat sebagai Ketua DPR RI maka yang bersangkutan tidak lagi mengajukan diri sebagai ketua umum.

Begitu juga bila Politikus PDIP Puan Maharani menjadi Ketua Fraksi PDIP, maka tidak perlu lagi ditempatkan di kementerian. "Jadi hanya sirkulasi bagi elite partai. Sebab ketua hanya sebagai juru bicara anggota DPR," ujarnya.

Dia meyakini, partai yang tergabung KMP akan lebih cair dan belum tentu sama pendapatnya dalam menyikapi isu-isu penting. Seperti, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada, kemungkinan berbeda pandangan di antara mereka sangat terbuka.

"Karenanya koalisi Indonesia Hebat tidak perlu khawatir. Megawati yang selama ini dianggap kaku, angkuh dan egois sehingga tidak bisa menjadi jembatan bagi komunikasi politik partai-partai di DPR harus diubah pandangannya," kata Suprio.
(kri)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved