Puan: SBY Tidak Mau Bertemu Kami

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 20:24 WIB
Puan: SBY Tidak Mau...
Puan: SBY Tidak Mau Bertemu Kami
A A A
JAKARTA - Puan Maharani, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku bersama ibunya dan Joko Widodo sudah bersiap-siap bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun tidak mendapat tanggapan dari ketua umum Partai Demokrat itu.

"Waduh, saya ini dari tanggal 1 Oktober jam dua siang, saya, Pak Jokowi, Pak Jusuf Kalla, Surya Paloh, Ibu Mega sudah kumpul siap-siap ketemu Pak SBY," kata Puan di Kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (3/10/2014).

Ketua Fraksi PDIP ini sudah mencoba menghubungi Presiden SBY melalui orang-orang dekatnya. Tapi, SBY tidak merespons.

Puan lantas pasrah tidak bisa bertemu dengan SBY. Malam 1 Oktober 2014 merupakan momentum penting dalam politik nasional yakni pemilihan pimpinan DPR.

"Ya mau apalagi. Saya juga sedih enggak bisa ketemu, nunggu setengah hari enggak direspons," kata Puan.

Saat disinggung apakah PDIP masih berharap bertemu dengan Presiden SBY, Puan meminta pertanyaan itu dikonfirmasi ke besan Hatta Rajasa itu saja.

"Tanya saja sama Pak SBY, enggak mau ketemu kita, enggak mau ketemu sama presiden wakil presiden terpilih, ketum partai. Ya sudah pisahkan politik, secara kekeluargaan Mbak Puan mau ketemu sama Pak SBY juga enggak diterima," tukasnya.

Seperti diketahui, tanggal 1 Oktober 2014 proses pemilihan pimpinan DPR, proses lobi-lobi pun berjalan alot, alhasil pimpinan DPR molor hingga pagi.

Koalisi Indonesia Hebat tidak bisa mengajukan paket pimpinan DPR lantaran hanya empat fraksi. Alhasil, KMP menguasai pimpinan DPR, Partai Demokrat mendapatkan satu kursi wakil ketua DPR.

Pengakuan Puan berbeda dengan statement Presiden SBY, yang mengungkapkan sejak lama ingin bertemu dengan Ketua Umum PDIP yang juga sebagai mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Sudah sejak 10 tahun lalu atau beberapa bulan terakhir ini atau setelah kemarin kemelut politik yang relatif keras," kata Presiden SBY di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2014 malam.

Hal itu dikatakannya, menanggapi sejumlah pertanyaan apakah pada Rabu 1 Oktober 2014, ada pertemuan antara dirinya dengan Megawati.

"Kalau seperti Ibu Megawati dan saya, mungkin dengan yang lain-lain juga bisa duduk bersama memikirkan persoalan bangsa ini, tentu sangat baik," ungkapnya.
(kri)
Berita Terkait
Senator NTT Minta DPD...
Senator NTT Minta DPD RI Tak Diatur dalam UU MD3
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Revisi UU Minerba Melenggang...
Revisi UU Minerba Melenggang ke Paripurna
Berita Terkini
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved