Kesaksian Staf Menteri PDT Soal Kasus Bupati Biak

Senin, 22 September 2014 - 16:50 WIB
Kesaksian Staf Menteri...
Kesaksian Staf Menteri PDT Soal Kasus Bupati Biak
A A A
JAKARTA - Staf Khusus Menteri PDT Sabilillah Ardi memberikan kesaksian dalam sidang dugaan suap terkait Bupati Biak Numfor.

Ardi merupakan salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan suap pengurusan proyek pembangunan rekonstruksi Tanggul Laut Abrasi Pantai di Kabupaten Biak Numfor, dengan terdakwa Teddy Renyut, diduga sebagai pihak penyuap.

Dalam kesaksiannya, Ardi mengakui sekitar Mei 2014, pernah meminjam uang sebesar Rp290 juta ke Direktur PT Papua Indah Perkasa, Teddy Renyut.

Ardi mengatakan, uang pinjaman itu dipakai untuk membeli tiket pesawat. "Pinjam untuk talangi bayar kawan-kawan saya, Rasta (Wiguna) dan Marwan (Dasopang)," ujar Ardi di ruang Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (22/9/2014).

Meski demikian, Ardi membantah jika uang pinjaman itu dipakai buat membiayai perjalanan dinas sejumlah pejabat di Kementerian PDT, termasuk Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini.

Dia mengaku baru tahu uang tersebut dipakai buat biaya perjalanan dinas setelah ada penyidikan di KPK. "Saya baru tahu di penyidikan, saya tidak tahu bahwa itu ke situkan (pos untuk perjalanan dinas)," kata Ardi.

Ardi sendiri mengaku tidak ikut dalam rombongan dinas tersebut. Menurutnya, bagian tiket perjalanan diurus oleh staf menteri yang lainnya.

Ardi pun membenarkan soal perjalanan mereka. Kata dia, perjalanan dilakukan ke sejumlah negara seperti Maroko, Yunani dan Prancis.

Dalam perjalanan itu sendiri diketahui ada sejumlah kerabat dari Menteri PDT antara lain Rasta Wiguna (Caleg PKB), Marwan Dasopang (Caleg PKB), Andi Muawiyah Ramli (Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB/Komisi V DPR), Daniel Johan (Wakil Sekjen DPP PKB), Ragil, Lia (ipar Menteri PDT), Monika (ipar Menteri PDT) serta Bowo (Ajudan Menteri PDT).

Lanjut dalam kesaksian Ardi mengatakan, keberangkatan Menteri PDT Helmy dan rombongan itu tidak bersamaan. "Beda hari, Menteri berangkat untuk dinas, mereka menyusul," imbuh dia.

Mendengar kesaksian Ardi yang mengaku perjalanan dinas Menteri tak ikut dibayarkan, hakim sempat heran. Pasalnya, Ardi sendiri yang meminta uang itu kepada Teddy.

Hakim Ketua Artha Theresia kemudian menanyakan apakah peminjaman uang kepada Teddy itu, ada kaitannya dengan proyek Talud di Kementerian PDT.

"Tidak usah pura-pura lupa dan bingung, staf khusus harus cerdas, kalau banyak bingung dan baru sadar, kasihan menterinya," kata Hakim Artha.

Namun begitu, Ardi menyangkal bahwa peminjaman uang itu tak terkait proyek di Kementerian PDT. "Tidak," jawab Ardi.

"Saya sudah duga itu jawabannya," ujar Hakim Artha.
(maf)
Berita Terkait
KPK Panggil Direktur...
KPK Panggil Direktur PT Sinar Mentari Erajaya terkait Kasus Korupsi di Kemenag
Sri Mulyani Ungkap Cara...
Sri Mulyani Ungkap Cara Cegah Korupsi di Kementerian Keuangan
Cegah Korupsi di Kementerian...
Cegah Korupsi di Kementerian BUMN, Ini Program Erick Thohir
4 Fakta di Balik Dugaan...
4 Fakta di Balik Dugaan Korupsi Lingkungan Kementerian Pertanian
KPK Usut Dugaan Korupsi...
KPK Usut Dugaan Korupsi Kuota Haji di Kementerian Agama
Memalukan, 9 PNS Kementerian...
Memalukan, 9 PNS Kementerian ESDM Ditahan Terkait Kasus Korupsi Tukin
Berita Terkini
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved