Minus Tokoh Sentral, PPP Gampang Pecah

Sabtu, 13 September 2014 - 06:38 WIB
Minus Tokoh Sentral,...
Minus Tokoh Sentral, PPP Gampang Pecah
A A A
JAKARTA - Perpecahan di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai karena tidak ada sosok panutan atau tokoh sentral.

Tanpa adanya tokoh sentral, PPP mudah dilanda konflik. Tidak hanya itu, konflik akan berlarut-larut karena sulit diatasi.

"Tidak adanya tokoh sentral membuat pengurus partai jalan sendiri-sendiri," ujar pengamat
politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf kepada Sindonews,
Jumat 12 September 2014 malam.

Menurut dia, keberadaan tokoh sentral dalam suatu partai sangat penting untuk menjaga soliditas pengurus.

Asep mencontohkan tokh sentral seperti sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Begitu juga, kata dia, Prabowo Subianto bagi Partai Gerindra dan Hilmi Aminuddin dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Tokoh sentral adalah orang yang ucapannya didengar oleh seluruh anggota partai.
Pertanyaannya siapa di PPP yang berperan seperti itu," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan sosok Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair yang selama ini
sering dimintai pendapatnya oleh pengurus PPP?

Menurut Asep, tokoh sentral adalah sosok yang benar-benar mengendalikan partai dan dalam
posisi yang sentral di struktural partai. "Sosok sentral tidak hanya dituakan dan
dihormati, tapi juga memiliki kekuatan di partai," ujar Asep.

Dia menilai SDA bukan sebagai tokoh sentral di PPP. Hal itu terlihat dari sikapnya yang
mudah ditentang oleh pengurus partai. Misalnya, kata dia, penolakan dari internal
PPP ketika SDA memberikan dukungan ke Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden dan Wakil
Presiden 2014.

Menurut dia, posisi SDA semakin lemah karena menyandang status tersangka kasus dugaan
korupsi dana haji.

PPP saat ini kembali dilanda konflik internal. Kondisi itu berawal dari rapat pengurus DPP dan DPW
PPP pada Rabu 10 September lalu yang hasilnya mencopot SDA dari jabatan
Ketua Umum DPP PPP.

Alasan pencopotan itu karena status SDA sebagai tersangka kasus korupsi mengganggu
citra partai. SDA pun bereaksi. Mantan menteri agama ini menilai pencopotan jabatannya ilegal karena tidak melalui muktamar.

Kubu SDA pun memecat balik tiga pengurus PPP, yakni Sekretaris Jenderal DPP PPP M
Romahurmuziy, dan Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dan Emron Pangkapi.
(dam)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved