Program HEAL Dinilai Solusi untuk Wujudkan Nol Emisi di Indonesia
Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB
loading...
Program Happy Energy Action Leadership dinilai mampu mewujudkan target nol emisi di Indonesia. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Upaya Indonesia untuk mencapai nol emisi bersih di 2060 terbuka lebar. Hal itu menyusul diluncurkannya Program Happy Energy Action Leadership (HEAL).
Program Happy Energy Action Leadership: Energy Transition, Livelihood, Systems, and Blended Finance diluncurkan oleh United In Diversity Foundation bersama Rocky Mountain Institute pada dialog Global Blended Finance Alliance (GBFA) di G20 Bali yang diselenggarakan oleh Tri Hita Karana Forum dan World Economic Forum dalam rangka World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.
Program ini bertujuan untuk mengatalisasi perubahan sistem yang transformatif demi masa depan energi yang membahagiakan, tangguh, dan berkeadilan dengan cara membekali para pelaku transisi energi baik lokal maupun global dengan kapasitas untuk mengatasi berbagai hambatan sistemik dengan menggunakan pemikiran holistik, dan cara belajar serta pemecahan masalah yang berorientasi pada masa depan, lintas sektoral, dan multidisiplin.
Baca juga: Menteri Siti Bertemu Dubes Norwegia, Bahas Tahap Keempat Atasi Pengurangan Emisi
Termasuk mengatalisasi aksi global untuk melindungi, memulihkan, dan meregenerasi sumber daya alam dan lingkungan, serta mengeksplorasi ide-ide dan solusi yang muncul untuk perubahan sistem yang menempatkan alam, masyarakat, dan aksi iklim sebagai fokus utama.
Saat programnya dimulai nanti, HEAL akan mengajak 45 pemimpin di bidang transisi energi dari berbagai sektor - pembuat kebijakan, lembaga keuangan nasional dan multilateral, negara-negara donor, produsen energi, pemerintah daerah, universitas, dan organisasi masyarakat sipil dalam sebuah perjalanan pembelajaran holistik yang berlangsung selama empat bulan.
Program Happy Energy Action Leadership: Energy Transition, Livelihood, Systems, and Blended Finance diluncurkan oleh United In Diversity Foundation bersama Rocky Mountain Institute pada dialog Global Blended Finance Alliance (GBFA) di G20 Bali yang diselenggarakan oleh Tri Hita Karana Forum dan World Economic Forum dalam rangka World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.
Program ini bertujuan untuk mengatalisasi perubahan sistem yang transformatif demi masa depan energi yang membahagiakan, tangguh, dan berkeadilan dengan cara membekali para pelaku transisi energi baik lokal maupun global dengan kapasitas untuk mengatasi berbagai hambatan sistemik dengan menggunakan pemikiran holistik, dan cara belajar serta pemecahan masalah yang berorientasi pada masa depan, lintas sektoral, dan multidisiplin.
Baca juga: Menteri Siti Bertemu Dubes Norwegia, Bahas Tahap Keempat Atasi Pengurangan Emisi
Termasuk mengatalisasi aksi global untuk melindungi, memulihkan, dan meregenerasi sumber daya alam dan lingkungan, serta mengeksplorasi ide-ide dan solusi yang muncul untuk perubahan sistem yang menempatkan alam, masyarakat, dan aksi iklim sebagai fokus utama.
Saat programnya dimulai nanti, HEAL akan mengajak 45 pemimpin di bidang transisi energi dari berbagai sektor - pembuat kebijakan, lembaga keuangan nasional dan multilateral, negara-negara donor, produsen energi, pemerintah daerah, universitas, dan organisasi masyarakat sipil dalam sebuah perjalanan pembelajaran holistik yang berlangsung selama empat bulan.
Lihat Juga :