Wacana Jual Pesawat Kepresidenan Hanya Bikin Riuh

Kamis, 04 September 2014 - 05:22 WIB
Wacana Jual Pesawat...
Wacana Jual Pesawat Kepresidenan Hanya Bikin Riuh
A A A
JAKARTA - Wacana agar Presiden terpilih Joko Widodo menjual pesawat kepresidenan dinilai hanya menimbulkan keriuhan politik.

Kemunculan wacana itu dinilai sebagai reaksi ketidaksenangan atas sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menolak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di penghujung masa jabatannya.

"Saya rasa itu hanya reaksi yang ditujukan kepada kelompok SBY," kata pengamat politik Universitas Padjadjaran Idil Akbar kepada Sindonews, Rabu 3 September 2014.

Dia menilai menjual pesawat kepresidenan bukan sesuatu yang subtansi jika alasannya untuk melakukan efisiensi anggaran. Apalagi, kata dia, Jusuf Kalla (JK) pernah menyatakan keberadaan pesawat kepresidenan justru membuat anggaran lebih efisien.

"Apakah betul bisa mengefisiensi anggaran? Atau jangan-jangan justru menjadi inefisiensi," tandas Idil.

Dia menilai wacana itu hanya bersifat reaktif sekaligus untuk memancing reaksi SBY serta kelompok Koalisi Merah Putih yang menolak kenaikan harga BBM. "Tidak substansi dan hanya menimbulkan keriuhan politik," katanya.

Wacana menjual pesawat kepresidenan dilontarkan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait, beberapa waktu lalu.

Maruarar mengusulkan agar Presiden terpilih, Jokowi menjual fasilitas tersebut sebagai langkah efisiensi anggaran, sebelum opsi menaikkan harga BBM.

Dia menilai efisiensi harus dicontohkan oleh seorang pemimpin kepara para pejabat di bawahnya. Indonesia telah memiliki pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-800 Business Jet 2. Pesawat itu dibeli dengan harga USD91,2 juta atau sekira Rp910 miliar.

Pesawat yang didominasi warna biru dengan garis merah dan putih itu sudah beberapa kali digunakan SBY ke berbagai daerah dan negara. Jokowi pun enggan menyikapi wacana menjual pesawat kepresidenan.

"Nyoba saja belum. Kok nanyain itu," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa 2 September 2014.
(dam)
Berita Terkait
4 Gubernur Lemhannas...
4 Gubernur Lemhannas Bukan dari Militer, Nomor Terakhir Eks Deputi Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK
Gibran Respons Kemungkinan...
Gibran Respons Kemungkinan Jokowi Jadi Ketua Tim Transisi Pemerintahan
Jokowi: Proses Transisi...
Jokowi: Proses Transisi Pemerintahan Berjalan dengan Baik
Tak Bentuk Tim Transisi,...
Tak Bentuk Tim Transisi, Jokowi Klaim Peralihan Pemerintahan Prabowo-Gibran Bakal Berjalan Mulus
Jokowi Sebut Transisi...
Jokowi Sebut Transisi Pemerintahan ke Prabowo Berjalan Baik
SBY Minta Demokrat Sukseskan...
SBY Minta Demokrat Sukseskan Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved