KPK Diminta Usut Korupsi Jokowi di Solo
Kamis, 14 Agustus 2014 - 16:30 WIB
KPK Diminta Usut Korupsi Jokowi di Solo
A
A
A
SOLO - Puluhan warga yang tergabung dalam Laskar Solo Raya Peduli Bangsa menuntut KPK mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan Joko Widodo. Dugaan Korupsi itu dilakukan oleh Joko Widodo saat menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Tuntutan itu disampaikan secara langsung kepada Ketua KPK Abraham Samad yang sedang menyambangi Universitas Sebelas Maret (UNS) siang tadi, Kamis (14/8/2014).
Koordinator Laskar Solo Raya Peduli Bangsa, Nurman Nasir, menyebutkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi cukup banyak, salah satunya mengenai masalah bantuan pendidikan.
Dalam bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin itu terjadi penggelembungan dana yang tidak jelas.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta KPK mengusut tuntas dugaan korupsi Jokowi saat menjadi Gubernur di DKI Jakarta. Menurutnya Korupsi yang dilakukan sangatlah besar yakni megaproyek Transjakarta.
Nurman menyebutkan kasus-kasus tersebut saat ini tidak tersentuh oleh hukum sedikitpun. Sehingga perlu adanya pengusutan yang jelas dan gamblang oleh KPK.
Pihaknya juga meminta kepada Abraham Samad untuk turun dari kursi jabatannya jika tidak mampu mengurusi kasus tersebut.
“Itu semua harus dituntaskan, kalau tidak maka lebih baik Abraham Samad turun dari Kursi KPK,” ucap Nurman.
Tuntutan itu disampaikan secara langsung kepada Ketua KPK Abraham Samad yang sedang menyambangi Universitas Sebelas Maret (UNS) siang tadi, Kamis (14/8/2014).
Koordinator Laskar Solo Raya Peduli Bangsa, Nurman Nasir, menyebutkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi cukup banyak, salah satunya mengenai masalah bantuan pendidikan.
Dalam bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin itu terjadi penggelembungan dana yang tidak jelas.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta KPK mengusut tuntas dugaan korupsi Jokowi saat menjadi Gubernur di DKI Jakarta. Menurutnya Korupsi yang dilakukan sangatlah besar yakni megaproyek Transjakarta.
Nurman menyebutkan kasus-kasus tersebut saat ini tidak tersentuh oleh hukum sedikitpun. Sehingga perlu adanya pengusutan yang jelas dan gamblang oleh KPK.
Pihaknya juga meminta kepada Abraham Samad untuk turun dari kursi jabatannya jika tidak mampu mengurusi kasus tersebut.
“Itu semua harus dituntaskan, kalau tidak maka lebih baik Abraham Samad turun dari Kursi KPK,” ucap Nurman.
(hyk)