Demokrat Enggan Ikut Campur Urusan Golkar Soal Koalisi

Senin, 04 Agustus 2014 - 13:32 WIB
Demokrat Enggan Ikut...
Demokrat Enggan Ikut Campur Urusan Golkar Soal Koalisi
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat menegaskan tidak ingin mencampuri urusan Partai Golkar apakah tetap di dalam Koalisi Merah Putih atau bergabung dengan kubu Jokowi-JK.

"‎Saya kira jangan mencampuri apa yang dilakukan Golkar," kata Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin saat ditemui wartawan di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2014).

Menurut Menteri Hukum dan HAM ini, hal itu sepenuhnya menjadi hak Partai Golkar apakah ada dalam pemerintahan atau di luar. Ia merasa tidak etis mencampuri urusan rumah tangga partai lain.

"Mereka menyampaikan tidak terbiasa dengan situasi tidak berada dalam pemerintahan, itu adalah hak Golkar yang tidak pada tempatnya saya komentari," kata Amir.

Ketika ditanya bagaimana sikap Partai Demokrat? Kata Amir, partainya siap menyesuaikan diri. Ia menilai prinsipnya kerja sama dalam pemerintahan tidak identik dengan bagi-bagi kekuasaan.

"Demokrat tidak perlu membebani presiden terpilih dengan syarat ini dan itu karena kerja sama itu tidak identik dengan bagi-bagi kursi. Kerja sama kita di dalam memperjuangkan kepentingan rakyat tidak identik dengan bagi-bagi kursi," tukasnya.

Koalisi Merah Putih yakni Gerindra, PAN, Golkar, PPP, PKS dan PBB merupakan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pemilu Presiden tahun 2014 ini.

Setelah pasangan nomor urut 1 kalah berdasarkan hasil perhitungan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), muncul desakan supaya Aburizal Bakrie sebagai ketua umum keluar dari Koalisi Merah Putih. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan pasti.
(kri)
Berita Terkait
Pendukung Unggah Foto...
Pendukung Unggah Foto Ganjar-Risma Capres-Cawapres 2024, Anda Setuju?
Massa Pendukung Capres-Cawapres...
Massa Pendukung Capres-Cawapres Penuhi KPU, Kawasan Taman Suropati Macet
KPU Persilakan Pendukung...
KPU Persilakan Pendukung Kawal Pendaftaran Capres-Cawapres pada 19 Oktober Mendatang
Nobar Debat Perdana...
Nobar Debat Perdana Capres-Cawapres, Pendukung Ganjar-Mahfud Gelar Karaoke Bareng
Jelang Pengundian Nomor...
Jelang Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres, Massa Pendukung Paslon Adu Yel-Yel
Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres,...
Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres, Ketum Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud Kumpul di Kediaman Megawati
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved