Diakui SBY, Indonesia Pernah Cetak Uang di Australia

Kamis, 31 Juli 2014 - 16:26 WIB
Diakui SBY, Indonesia...
Diakui SBY, Indonesia Pernah Cetak Uang di Australia
A A A
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui pemerintah Indonesia pernah mencetak uang di Australia. Informasi tersebut didapatkannya dari penjelasan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Chatib Basri.

Kegiatan pencetakan itu dilakukan pada 1999 lalu dan melibatkan perusahaan percetakan uang di Australia. Kewenangan pencetakan uang tersebut berada di bawah Bank Indonesia.

"Saudara-saudara saya telah mendengarkan penjelasan keterangan informasi antara lain Gubernur Bank Indonesia, saudara Agus Martowardojo melalui telepon, yang kedua Menteri Keuangan saudara Chatib Basri melalui telepon, kemudian Kapolri," ujar SBY saat jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Kamis (31/7/2014).

"Yang mencetak dikatakan adalah Note Printing Australia (NPA). Dan organisasi itu berada dalam naungan Bank Central Australia, yang dicetak pada tahun 1999 itu adalah 550 juta lembar dengan pecahan Rp100 ribu, itu fakta yang pertama," kata SBY.

Kemudian yang kedua, kata dia, keputusan kebijakan pengawasan dan kewenangan mencetak uang itu termasuk mencetak uang di Australia itu ada pada Bank Indonesia, bukan pada pemerintah dan bukan pada Presiden.

"Yang ketiga, hal itu memang menjadi kewenangan Bank Indonesia serta menjadi tugas Bank Indonesia atas dasar sesuai dengan Undang-undang BI dan peraturan yang berlaku bagi BI, itu yang ketiga, ada landasan hukumnya," ucapnya.

Keempat, lanjut dia, sebenarnya Megawati dan dirinya pada tahun 1999 itu belum menjadi Presiden. "Siapapun presidennya pada tahun 1999 itu atau pada saat uang itu dicetak di Australia, tidak terlibat dalam arti mengambil keputusan menetapkan kebijakan ataupun mengeluarkan perintah-perintah presiden," kata dia.
(kri)
Berita Terkait
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Sindir Pejabat Korup...
Sindir Pejabat Korup Banyak Gimik, Mahfud MD: Baru Keluar Penjara Sudah Pidato Perangi Koruptor
Parlemen Vietnam Tetapkan...
Parlemen Vietnam Tetapkan Vo Van Thuong sebagai Presiden Baru
Firli Bahuri Heran Ketangkap...
Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes
KPK Sayangkan Masih...
KPK Sayangkan Masih Ada Pejabat yang Korupsi
Berita Terkini
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved