Politikus Demokrat Anggap Pansus Pilpres Kurang Penting
Selasa, 29 Juli 2014 - 16:06 WIB
Politikus Demokrat Anggap Pansus Pilpres Kurang Penting
A
A
A
JAKARTA - Usulan agar DPR segera membentuk panitia khusus (Pansus) yang membahas Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dinilai kurang efektif.
Politikus Partai Demokrat Jafar Hafsah mengatakan, yang menjadi prioritas saat ini adalah bagaimana merapikan mekanisme pemilihan umum dan meningkatkan kinerja lembaga penyelenggara pemilu serta menindak lanjuti laporan-laporan pelanggaran yang ada.
"Pansus mengenai pemilihan presiden sebenarnya kurang penting. Justru yang terpenting merapikan sistem pemilihan dan meningkatkan kualitas KPU, terlebih terkait fungsi dan tugas Bawaslu, serta menindak lanjuti pelanggaran-pelanggaran," ujar Jafar di kediamannya Jalan Jati Padang Poncol Nomor 19, Jakarta, Selasa (29/7/2014).
Saat ditanya seperti apakah fokus kerja Pansus Pilpres yang diusulkan untuk segera dibentuk tersebut? Jafar mengatakan, Pansus Pilpres bertugas menanyakan kepada KPU bagaimana pelaksanaan pilpres lalu.
"Kalau ada money politics, sebetulnya KPU kan harus mencegah dan Bawaslu harus menindak lanjuti," ujar mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR ini.
Seperti diketahui, Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengusulkan agar DPR segera membentuk panitia khusus (pansus) yang membahas mengenai Pilpres 2014. Mereka meyakini jika pelaksanaan Pilpres 2014 sarat akan praktik kecurangan.
Menurut Juru Bicara Koalisi Merah Putih Tantowi Yahya, pansus merupakan instrumen penting guna mendalami sebuah persoalan. Ia pun optimistis pembentukan pansus akan terlaksana. Pasalnya, mayoritas anggota dewan yang kini menjabat merupakan anggota Koalisi Merah Putih.
Politikus Partai Demokrat Jafar Hafsah mengatakan, yang menjadi prioritas saat ini adalah bagaimana merapikan mekanisme pemilihan umum dan meningkatkan kinerja lembaga penyelenggara pemilu serta menindak lanjuti laporan-laporan pelanggaran yang ada.
"Pansus mengenai pemilihan presiden sebenarnya kurang penting. Justru yang terpenting merapikan sistem pemilihan dan meningkatkan kualitas KPU, terlebih terkait fungsi dan tugas Bawaslu, serta menindak lanjuti pelanggaran-pelanggaran," ujar Jafar di kediamannya Jalan Jati Padang Poncol Nomor 19, Jakarta, Selasa (29/7/2014).
Saat ditanya seperti apakah fokus kerja Pansus Pilpres yang diusulkan untuk segera dibentuk tersebut? Jafar mengatakan, Pansus Pilpres bertugas menanyakan kepada KPU bagaimana pelaksanaan pilpres lalu.
"Kalau ada money politics, sebetulnya KPU kan harus mencegah dan Bawaslu harus menindak lanjuti," ujar mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR ini.
Seperti diketahui, Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengusulkan agar DPR segera membentuk panitia khusus (pansus) yang membahas mengenai Pilpres 2014. Mereka meyakini jika pelaksanaan Pilpres 2014 sarat akan praktik kecurangan.
Menurut Juru Bicara Koalisi Merah Putih Tantowi Yahya, pansus merupakan instrumen penting guna mendalami sebuah persoalan. Ia pun optimistis pembentukan pansus akan terlaksana. Pasalnya, mayoritas anggota dewan yang kini menjabat merupakan anggota Koalisi Merah Putih.
(kri)