Rencana Pembentukan Pansus Pilpres Dimatangkan

Minggu, 27 Juli 2014 - 12:53 WIB
Rencana Pembentukan...
Rencana Pembentukan Pansus Pilpres Dimatangkan
A A A
JAKARTA - Rencana Koalisi Merah Putih membentuk panitia khusus (Pansus) Pilpres terus dimatangkan. Pembahasan mengenai hal itu rencananya dimulai pada pertengahan Agustus mendatang setelah masa reses.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, syarat pembentukan pansus yang diajukan minimal 25 anggota atau lebih dari satu fraksi tidak menjadi ganjalan.

Jika tidak menemukan kendala, kata dia, pembahasan pansus tersebut akan digelar pada 14 Agustus mendatang. "Saat itu, DPR akan memasuki masa sidang, dan agenda yang akan dibahas salah satunya tentang pengajuan pembentukkan pansus kejahatan pilpres," ujar Muzani, Sabtu 26 Juli 2014.

Dia mengatakan, Partai Gerindra sangat mendukung penuh pembentukan pansus tersebut. Pasalnya, pansus itu merupakan langkah politik yang ditempuh di DPR karena adanya berbagai macam dugaan mengenai penyalahgunaan pilpres yang penuh dengan kecurangan.

"Nantinya dengan ini (pansus) kita bisa mendapatkan kejelasan keterangan tentang penyelenggaraan pilpres baik dari KPU, Bawaslu, DKPP dan sebagainya. Saya yakin pansus akan terbentuk dan prosesnya akan transparan," jelasnya.

Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengaku, pentingnya pembentukan pansus pilpres karena masih banyak hal yang harus dirapihkan seperti, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dimana disejumlah daerah jumlahnya tidak sama. "Termasuk yang berkaitan dengan penyelenggara pemilu. Ini demi kebaikan pilpres ke depan, makanya harus dirapihkan," jelasnya.

Dia menilai, ada kejanggalan dalam penyelenggaraan pemilu presiden, mulai dari surat suara, kemudian suara yang dihitung, serta surat suara sisa tidak sama. Mardani menambahkan, Pansus Pilpres nantinya juga akan meminta keterangan kepada KPU apakah dalam penyelenggaraan pemilu mereka melakukan ketidaksesuaian prosedur. Tidak hanya KPU pusat tapi juga daerah.

"Karenanya, pansus ini dibentuk dalam rangka untuk memberikan rekomendasi dan catatan agar pelaksanaan pilpres ke depan menjadi lebih baik. Ini bukan untuk memvonis. Termasuk transparansi IT karena publik juga ingin tahu," jelasnya. (sucipto)
(dam)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved