Kekurangan Anggaran, Jumlah PBI Tetap 86,4 Juta

Rabu, 23 Juli 2014 - 13:59 WIB
Kekurangan Anggaran,...
Kekurangan Anggaran, Jumlah PBI Tetap 86,4 Juta
A A A
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan jumlah orang miskin yang masuk ke dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak lebih 90 juta. Namun, pemerintah menetapkan PBI hanya 86,4 juta karena masalah keuangan negara.

Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Aljufri mengatakan, kepastian data sampai saat ini masih diproses, diharapkan akhir bulan sudah dapat selesai.

Dilanjutkannya, Kemensos masih menunggu proses di daerah, karenanya dalam jumlah 86,4 juta tidaklah terisi semuanya disebabkan beberapa faktor seperti yang bersangkutan sudah meninggal dunia atau pindah daerah.

"Jadi data yang kami terima tidak semua tersalurkan karena masalah teknis di lapangan tersebut, jadi ada space kosong akan kami isi dan optimalkan untuk masyarakat yang membutuhkan," tandasnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Dia mengibaratkan, jika dalam jumlah 86,4 juta kosong sekitar 1-3 juta orang akan digantikan dengan jumlah yang sama dan yang berhak. Maka pendataan di lapangan di daerah harus dimaksimalkan. Namun, Salim belum dapat memastikan jumlah pasti PBI.

"Masih kita hitung, jika harus ditambah maka akan ditambah sesuai debgan jumlah yang ada. Saya belum dapat pastikan tetapi tidak akan lebih dari 90 jutaan," ujarnya.

Yang terpenting, lanjut Salim, adalah penerima PBI sesuai dengan sasaran yang ditetapkan pemerintah. Jadi tidak penting mau jumlah PBI itu 90 juta atau 100 juta. Maka akan dimaksimalkan akhir Juli data tersebut akan keluar.

Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian (Kabadiklit) Kemensos Mumah Nuryana mengatakan, dalam pencarian data yang memenuhi syarat dalam penerimaan PBI adalah 90 juta. Data tersebut adalah data keluarga miskin yang memenuhi syarat namun anggaran yang ada hanya sebesar 86,4 juta.

"Jadi sisanya itu masih waiting list. Iya ini masalah anggaran negara, tetapi kita tidak tahu persis karena sudah menjadi ketetapan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," katanya.

Menurut dia, penetapan penerima PBI adalah wewenang Kemenkeu, sedangkan Kemensos hanya mengurusi jumlah PBI saja. Dalam hal ini Kemensos sudah memverifikasi dan memvalidasi data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebesar 86,4 juta. Sedangkan 90 juta adalah data dari BPS dan TNP2K.

"Angka bulatnya 86,4 juta tapi sebenarnya ada 90 jutaan. Iya memang seharusnya tersedia uangnya, tapi itu bukan kewenangan kami," ujarnya.

Dalam hal ini, perubahan penerimaan PBI dilakukan verifikasi dan validasi untuk mencari keberadaannya. Saat ditemukan data yang error maka dilakukan pembenahan dan pergantian.

"Kita temukan 14.800 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang tidak memenuhi syarat. Maka kami isi dengan jumlah keluarga miskin sesuai alokasi anggaran yang di tetapkan dalam Dipa 2014," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved