Peradi Minta Pemerintah Batalkan Amandemen UU Advokat

Rabu, 23 Juli 2014 - 11:54 WIB
Peradi Minta Pemerintah...
Peradi Minta Pemerintah Batalkan Amandemen UU Advokat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan minta kepada pemerintah untuk membatalkan amandemen UU No.18 tahun 2003 tentang Advokat, karena banyak melahirkan organisasi advokat di Indonesia yang tidak terkontrol.

"Aturan single bar atau organisasi tunggal untuk menaungi para pengacara di Indonesia akan memudahkan pemberian sanksi bagi pengacara yang merugikan masyarakat," katanya, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Ditambahkan dia, saat ini semakin sulit mengontrol praktik pengacara di Indonesia, karena tidak adanya standarisasi kualitas advokat. Sebagai contoh, saat organisasi A menentukan standar kelulusan bagi calon pengacara saat tes adalah 8.

Sedangkan Organisasi B, menentukan standarisasi kelulusan 6. Maka calon pengacara yang ingin membuka praktik dan mendapatkan lisensi jika tidak lulus di organisasi A, dengan mudah beralih ke organisasi B.

"Ini kan bagaimana kualitasnya, belum lagi praktik nakal jika dia dihukum di A, maka dia akan pindah ke organisasi B. Jelas ini merugikan masyarakat," terangnya.

Otto menjelaskan, banyak anggota Peradi yang telah dicabut ijin praktiknya sebagai pengacara, karena telah berbuat merugikan masyarakat alias melakukan pemerasan.

"Kami juga menolak dewan advokat yang dipilih DPR atas usulan pemerintah sebagaimana dalam pasal 43-44 Revisi UU Advokat. Keberadaan dewan advokat bisa menimbulkan konflik kepentingan dan hilangnya independensi pengacara," ungkapnya.

Dengan adanya Dewan Advokat, para pengacara dikhawatirkan terjebak dalam ranah politik. Di mana advokat akan takut melawan partai politik dan pemerintah, jika terjadi perkara yang merugikan masyarakat dan berhadapan dengan parpol dan pemerintah.

"Keberadaan Dewan Advokat juga rentan disalahgunakan oleh partai politik, karena keberpihakan mereka kepada parpol yang telah memilihnya. Organisasi Advokat, adalah organisasi yang independen," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Pererat Konsolidasi,...
Pererat Konsolidasi, KAI Kumpulkan Advokat Lintas Organisasi
Pelatihan Hukum Berlanjutan...
Pelatihan Hukum Berlanjutan dan Peningkatan Kompetensi Advokat
Eks Komisioner Kompolnas...
Eks Komisioner Kompolnas Didukung Jadi Ketua Komisi Pengawas AAI
Di Tengah Agenda Rakernas,...
Di Tengah Agenda Rakernas, Ratusan Advokat KAI Gelar Gala Dinner
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Advokat, PPKHI Gelar Ujian Profesi Secara Gratis
Henry Indraguna dan...
Henry Indraguna dan Partners Masuk 30 Largest Law Frims Corporate Practices
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved