BEM Se-Jabodetabek Tuding Burhanudin Mafia Survei

Senin, 14 Juli 2014 - 19:59 WIB
BEM Se-Jabodetabek Tuding...
BEM Se-Jabodetabek Tuding Burhanudin Mafia Survei
A A A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi ke Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mahasiswa meminta Direktur Lembaga Survei Indikator Burhanudin Muhtadi ditangkap lantaran diduga membuat hasil pemilu atau hitung cepat (quick count) mendahului KPU.

"Tangkap mafia survei Burhanudin Muhtadi dan penyalahgunaan quick count oleh lembaga-lembaga survei seperti SMRC, Indikator, LSI dan lain-lain," kata Ketua BEM UNJ Reza Indrawan di Gedung KPU, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Menurut Reza, karena ulah hitung cepat Indikator yang dipimpin Burhanudin, masyarakat menjadi bingung. Sebab, klaim dugaan kebenaran sepihak yang dilontarkan Dosen UIN Jakarta itu dinilai manuver politik yang berbahaya.

Reza berpendapat, akibat hitung cepat dengan kebenaran sepihak, membuat kedua kubu pasangan capres dan cawapres berpotensi konflik. Menurutnya, lembaga survei Indikator harus menghargai penghitungan resmi (real count) KPU yang baru dilaksanakan pada 22 Juli mendatang.

"Meminta kepada KPU untuk menjaga integritasnya, transparan, dan akuntabel dalam proses penetapan real count pemilihan presiden," ucap Reza dalam tuntutan lainnya.

Diketahui, para mahasiswa se-Jabodetabek ini menyayangkan sikap dan komentar Burhanudin Muhtadi yang menyatakan hitung cepat yang dilakukan lembaganya sudah benar dan cenderung valid. Bahkan, pakar komunikasi politik tersebut secara lantang menuding KPU salah jika hasil hitung resminya berbeda dengan hasil hitung cepat miliknya.

Dalam hitung cepat yang diumumkan lembaga survei Indikator, pasangan Jokowi-JK unggul atas pasangan Prabowo-Hatta. Jokowi-JK mendapat perolehan suara 52,95 persen. Sementara pasangan Prabowo-Hatta meraih suara 47,05 persen.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved