Dukungan Kiai untuk Prabowo Dipalsukan Jadi Dukung Jokowi-JK

Rabu, 09 Juli 2014 - 02:49 WIB
Dukungan Kiai untuk...
Dukungan Kiai untuk Prabowo Dipalsukan Jadi Dukung Jokowi-JK
A A A
PAMEKASAN - Sebanyak 17 nama kiai yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dicatut untuk mendukung pasangan Jokowi-JK dalam pilpres. Padahal, sebelumnya 17 nama tersebut mendukung Prabowo-Hatta pada selebaran yang dibagikan pada masyarakat.

Kemudian selebaran itu dipalsukan dan disebarkan ke masjid dan pasar oleh orang tak dikenal. Di mana tumpukan selebaran ini diletakkan begitu saja di pasar dan masjid. Kemudian orangnya pergi.

Selain pembohongan publik, pembagian selebaran calon tidak diperbolehkan. Pasalnya, sudah memasuki masa tenang. Akibatnya, tim sukses Prabowo-Hatta, ulama dan kiai yang namanya dicatut marah. Mereka melaporkan kasus ini kepada panwaslu Kabupaten Pamekasan, Selasa (8/7/2014).

"Pernyataan dukungan yang ditandatangani 17 ulama besar di sini (Pamekasan) itu palsu. Sebab, aslinnya selebaran itu mendukung Prabowo-Hatta. Namun, diubah mendukung Jokowi-JK," terang Ketua Timses Prabowo-Hatta Pamekasan, Taufiqurrahman, pada wartawan saat dikonfirmasi.

Hal tersebut merupakan pembohongan publik dan politik yang dilakukan kepada tim sukses Prabowo-Hatta. Apalagi sudah masuk hari tenang. Selebaran ini diduga disebarkan tadi malam.

Pihaknya menemukan selebaran yang dinilai pembohongan publik itu di antaranya di Pasar 17 Agustus Pamekasan, Pasar Kadur, Pasar Pakong, serta Pasar Blumbungan. Selanjutnya ditemukan di masjid-masid salah satu wilayah arek lancor.

"Sebenarnya selebaran ini sudah disebarkan pada 11 Juni kemarin, dengan isi mendukung Prabowo-Hatta. Tapi, muncul lagi pada hari ini dengan mengubah sebagian isi yakni 17 ulama mendukung Jokowi-JK. Kami mendesak panwaslu supaya mengusut laporan ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Pamekasan Zaini, menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari Timses Prabowo-Hatta sesuai dengan aturan yang ada. Bukti-bukti sudah dipegang, baik yang palsu maupun asli.

"Nanti, kami akan rapat plenokan. Semua laporan pasti kami tindaklanjuti sesuai prosedur yang ada," tandasnya.
(hyk)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved