Tim Prabowo-Hatta Tolak Intervensi Asing di Pilpres
Selasa, 08 Juli 2014 - 20:01 WIB
Tim Prabowo-Hatta Tolak Intervensi Asing di Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Kubu pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, tidak ingin pesta demokrasi di Indonesia dinodai oleh pihak asing.
Pasalnya, mereka melihat ada pihak asing yang tidak jelas identitas dan status pekerjaannya, berusaha memengaruhi pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang.
Hal tersebut seperti disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, saat melaporkan temuan bukti kampanye hitam serta jurnalis Allan Nairn yang dituding melakukan kampanye hitam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2014).
Fadli mengatakan, pihaknya tidak ingin pelaksanaan Pilpres 2014 ini dinodai oleh orang asing, termasuk oleh orang yang mengaku sebagai wartawan.
"Kami akan melaporkan saudara Allan Nairn, wartawan asing yang datang ke Indonesia untuk melakukan kampanye hitam. Dia datang ke sini berbicara tanpa satu data yang jelas dan mau ikut campur dalam menentukan masa depan Indonesia," ujar Fadli.
Politikus Partai Gerindra tersebut meminta kepada pihak kepolisian, agar mencari tahu status keberadaan Allan Nairn di Indonesia, apakah yang bersangkutan datang sebagai turis atau tengan bertugas sebagai jurnalis.
"Kita tolak itu (campur tangan asing) dengan keras. Kita laporkan dan kita ingin ada satu pengusutan juga kepada saudara Allan Nairn ini, apakah yang bersangkutan ini datang sebagai turis atau sebagai tugas jurnalistrik, atau sebagai apa," ujar dia.
Fadli menilai, kalimat-kalimat Allan Nairn yang dimuat dalam wawancara beberapa media di Indonesia, jelas merupakan kampanye hitam.
"Kalau di luar negeri orang ini sudah dideportasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kalau hukum kita berjalan normal, orang ini pasti sudah dideportasi," ucap Fadli.
"Orang ini (Allan Nairn) tidak jelas, statusnya datang ke Indonesia juga tidak jelas kecuali untuk memerkeruh suasana di dalam negeri. Kita tidak butuh campur tangan asing dalam pilpres kita," tuntasnya.
Pasalnya, mereka melihat ada pihak asing yang tidak jelas identitas dan status pekerjaannya, berusaha memengaruhi pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang.
Hal tersebut seperti disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, saat melaporkan temuan bukti kampanye hitam serta jurnalis Allan Nairn yang dituding melakukan kampanye hitam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2014).
Fadli mengatakan, pihaknya tidak ingin pelaksanaan Pilpres 2014 ini dinodai oleh orang asing, termasuk oleh orang yang mengaku sebagai wartawan.
"Kami akan melaporkan saudara Allan Nairn, wartawan asing yang datang ke Indonesia untuk melakukan kampanye hitam. Dia datang ke sini berbicara tanpa satu data yang jelas dan mau ikut campur dalam menentukan masa depan Indonesia," ujar Fadli.
Politikus Partai Gerindra tersebut meminta kepada pihak kepolisian, agar mencari tahu status keberadaan Allan Nairn di Indonesia, apakah yang bersangkutan datang sebagai turis atau tengan bertugas sebagai jurnalis.
"Kita tolak itu (campur tangan asing) dengan keras. Kita laporkan dan kita ingin ada satu pengusutan juga kepada saudara Allan Nairn ini, apakah yang bersangkutan ini datang sebagai turis atau sebagai tugas jurnalistrik, atau sebagai apa," ujar dia.
Fadli menilai, kalimat-kalimat Allan Nairn yang dimuat dalam wawancara beberapa media di Indonesia, jelas merupakan kampanye hitam.
"Kalau di luar negeri orang ini sudah dideportasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kalau hukum kita berjalan normal, orang ini pasti sudah dideportasi," ucap Fadli.
"Orang ini (Allan Nairn) tidak jelas, statusnya datang ke Indonesia juga tidak jelas kecuali untuk memerkeruh suasana di dalam negeri. Kita tidak butuh campur tangan asing dalam pilpres kita," tuntasnya.
(maf)