SBY Kantongi Nama Pengganti Dirinya
Senin, 07 Juli 2014 - 14:43 WIB
SBY Kantongi Nama Pengganti Dirinya
A
A
A
JAKARTA - Setelah menerima rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kedatangan rombongan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, PGI mengundang Presiden SBY untuk menghadiri acara sidang raya ke-16 di Nias, Sumatera Utara pada November 2014 mendatang.
"Saya akan sampaikan ke penerus saya. Saya sudah mengantongi namanya," guyon Presiden SBY dalam pertemuan itu, di Jakarta, Senin (7/7/2014).
Mereka yang hadir dalam pertemuan itu pun langsung tertawa. Sekedar diketahui, pergantian Presiden akan dilaksanakan pada Oktober 2014 nanti. Sehingga, pada November 2014, presiden terpilih di Pilpres 2014 sudah mulai bertugas.
‪Ketua Umum PGI Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe mengatakan, agenda sidang raya itu adalah, penetapan program kerja PGI, konsolidasi internal, serta dukungan kepemimpinan dalam pembangunan bangsa.
Acara itu, kata dia, akan berlangsung selama empat hari. Selain itu, kata dia, acara sidang raya itu juga melibatkan 10.000 peserta dari seluruh Indonesia. "Akan diikuti 3.000 undangan dari luar negeri seperti Jerman, Australia dan negara lainnya," ujar Andreas.
Dalam pertemuan itu, PGI mengundang Presiden SBY untuk menghadiri acara sidang raya ke-16 di Nias, Sumatera Utara pada November 2014 mendatang.
"Saya akan sampaikan ke penerus saya. Saya sudah mengantongi namanya," guyon Presiden SBY dalam pertemuan itu, di Jakarta, Senin (7/7/2014).
Mereka yang hadir dalam pertemuan itu pun langsung tertawa. Sekedar diketahui, pergantian Presiden akan dilaksanakan pada Oktober 2014 nanti. Sehingga, pada November 2014, presiden terpilih di Pilpres 2014 sudah mulai bertugas.
‪Ketua Umum PGI Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe mengatakan, agenda sidang raya itu adalah, penetapan program kerja PGI, konsolidasi internal, serta dukungan kepemimpinan dalam pembangunan bangsa.
Acara itu, kata dia, akan berlangsung selama empat hari. Selain itu, kata dia, acara sidang raya itu juga melibatkan 10.000 peserta dari seluruh Indonesia. "Akan diikuti 3.000 undangan dari luar negeri seperti Jerman, Australia dan negara lainnya," ujar Andreas.
(maf)