Laskar Santri Tuntut Fahri Hamzah Minta Maaf

Kamis, 03 Juli 2014 - 18:26 WIB
Laskar Santri Tuntut...
Laskar Santri Tuntut Fahri Hamzah Minta Maaf
A A A
DEPOK - Ketua Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara (LSN) Muhammad Utomo mengecam pernyataan politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) Fahri Hamzah yang menyatakan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sinting karena telah menjanjikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.

"Atas pernyataan itu, Fahri Hamzah harus meminta maaf kepada ribuan bahkan jutaan santri se-Indonesia karena telah menyakiti perjuangan yang telah dilakukan oleh para santri dalam meraih kemerdekaan," katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (3/7/2014).

Utomo mengatakan, kedewasaan berpolitik Fahri Hamzah masih perlu dipertanyakan dan dinilai masih dangkal menanggapi niat Jokowi untuk menjadikan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Karena menurut Utomo, Jokowi yakin santri adalah kekuatan akar rumput di Indonesia apalagi ketika mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga sudah semestinya santri tidak bisa dipandang sebelah mata. "Sangat pantas 1 Muharram dijadikan Hari Santri Nasional," ucapnya.

Penghinaan yang dikatakan oleh Fahri Hamzah merupakan penghinaan kepada ribuan bahkan jutaan santri, ulama dan khususnya pesantren-pesantren di Indonesia. "Kalau Pak Jokowi jadi presiden, kami para santri siap menagih janji Pak Jokowi untuk mewujudkan hari santri. Sebab hari santri sebagi wujud penghargaan pemerintah kepada kaum santri di Indonesia," ujar Utomo.

Kalau hari santri diwujudkan, para santri akan berbahagia. "Kami akan mengisi hari santri dengan syiar agama Islam, lomba MTQ, lomba marawis," ucapnya.

Hari santri, kata Utomo, akan menjadi penghargaan bagi para santri. Ini bisa menjadi hari bersejarah. "Kami minta Bapak Prabowo-Hatta tidak membiarkan perilaku anti santri dari pernyataan Fahri yang tidak bermoral," tutupnya.
(hyk)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved