Mesin Partai Rapuh, Elektabilitas Jokowi-JK Anjlok

Rabu, 02 Juli 2014 - 10:36 WIB
Mesin Partai Rapuh,...
Mesin Partai Rapuh, Elektabilitas Jokowi-JK Anjlok
A A A
JAKARTA - Kerap tidak hadirnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Puan Maharani, dalam kampanye capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), menimbulkan tanda tanya.

Dalam kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, pasangan nomor urut dua ini lebih banyak didampingi oleh Teten Masduki dan Anies Baswedan yang notabene bukan pengurus PDIP.

Hal ini tentu saja salah satu penyebab elektabilitas Jokowi-JK menurun, karena tidak jalannya mesin partai pendukung pasangan Jokowi- JK seperti PDIP, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Anggota tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah menilai, kejadian tersebut tentunya meninggalkan tanda tanya besar bagi kader dan simpatisan PDIP,

"Ketua Umum PDIP sendiri tak pernah mendampingi Jokowi pada saat berkampanye. Pasti ada sesuatu yang salah," ungkap Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Bahkan, ujarnya, setiap kali Jokowi berkampanye, mantan Wali Kota Solo itu malah tidak didampingi ketua-ketua umum partai pendukung. Beda dengan Prabowo yang selalu didampingi oleh orang atau ketua umum dari partai pendukung.

"Jokowi selalu bilang saya, ini terbaik maka saya dipilih. Hal itu pastilah muncul masalah. Sehingga Megawati tak hadir saat kampanye Jokowi di daerah," kata Fahri.

Fahri yang juga Anggota Komisi III DPR itu menambahkan, kalau seandainya Taufiq Kiemas masih hidup, tentu tak akan seperti itu kejadiannya.

"Pak Taufiq itu orang politik, paham dan mengerti kalau mengusung capres, partai pendukung sangat penting. Pak Taufiq, akan hargai orang partai politik dan parpol pendukung," ucapnya.

Faktor lain, lanjutnya penyebab ketidakhadiran Megawati dan Puan adalah karena Jokowi dan Jusuf Kalla bukan kader murni PDIP. Jokowi, kata Fahri, tidak jelas asal usulnya. Sedangkan, Jusuf Kalla adalah kader Golkar.

Oleh karena itu, kader dan massa serta simpatisan PDIP segera sadar dan membuka mata terhadap fenomena ketidakhadiran Megawati saat Jokowi berkampanye.

"Pendukung PDIP dan massa fanatik PDIP harus sadar karena ada sesuatu yang salah ketika Megawati dan Puan tak selalu bersama dan tak hadir saat Jokowi berkampanye. Saya yakin kader dan massa PDIP segera sadar dan akan berbalik karena melihat kondisi yang ada soal Jokowi tak didukung PDIP, utamanya Megawati," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
JK Temani Anies Baswedan...
JK Temani Anies Baswedan Kampanye di Kampung Halamannya
Polemik Presiden Boleh...
Polemik Presiden Boleh Kampanye, Jokowi Tunjukkan Isi Pasal UU Pemilu
Ditanya Kapan Kampanye,...
Ditanya Kapan Kampanye, Jokowi: Sampaikan Ketentuan Undang-Undang Saja Sudah Ramai
JK: Masjid Tidak Boleh...
JK: Masjid Tidak Boleh Digunakan untuk Berkampanye
Jusuf Kalla: Kasih Tahu...
Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-termul Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
JK Undang Anis-Cak Imin...
JK Undang Anis-Cak Imin dan Surya Paloh Bukber Jelang Pengumuman Hasil Pilpres, Ada Apa?
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved