SBY Tak Restui Ruhut Dukung Jokowi-JK
Senin, 23 Juni 2014 - 14:45 WIB
SBY Tak Restui Ruhut Dukung Jokowi-JK
A
A
A
JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat dengan tegas membantah bahwa sikap kadernya Ruhut Sitompul mendukung pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, mengacu rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat lalu tidak mencuat nama capres yang biasa disapa Jokowi itu untuk didukung.
"Kami ingin mengklarifikasi apa yang dibicarakan saudara Ruhut atas restu Pak SBY, tidak benar," tegas Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Nurhayati membeberkan, dalam rapimnas ada tiga keinginan dari kader Partai Demokrat. Pertama, Partai Demokrat bersikap netral, kedua mendukung pasangan capres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Lanjutnya, keinginan ketiga adalah membentuk poros baru.
"Karena tidak mungkin ketua umum kami lari dari rapimnas yang saat itu dipimpin langsung Pak SBY."
Atas dasar itulah, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini meminta Ruhut tidak mendompleng nama SBY dalam menentukan sikap pribadinya mendukung pasangan capres yang disebut Jokowi-JK.
"Kami meminta saudara Ruhut untuk tidak mengatasnamakan atau membawa ketua umum kami dalam memberikan dukungan capres lain di mana tidak sesuai dengan garis partai yaitu hasil Rapimnas Partai Demokrat," cetusnya.
Sebelumnya, Ruhut mengaku sudah meminta restu dari SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat untuk menentukan pilihan mendukung pasangan capres nomor urut 2.
"Saya sudah minta izin ke Pak SBY, kita tahu Pak SBY orangnya yang sangat santun cerdas, bersih. Bikin pilpres ini berjalan dengan baik. Dia (SBY) mengatakan, iya (mengizinkan)," kata Ruhut.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, mengacu rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat lalu tidak mencuat nama capres yang biasa disapa Jokowi itu untuk didukung.
"Kami ingin mengklarifikasi apa yang dibicarakan saudara Ruhut atas restu Pak SBY, tidak benar," tegas Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Nurhayati membeberkan, dalam rapimnas ada tiga keinginan dari kader Partai Demokrat. Pertama, Partai Demokrat bersikap netral, kedua mendukung pasangan capres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Lanjutnya, keinginan ketiga adalah membentuk poros baru.
"Karena tidak mungkin ketua umum kami lari dari rapimnas yang saat itu dipimpin langsung Pak SBY."
Atas dasar itulah, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini meminta Ruhut tidak mendompleng nama SBY dalam menentukan sikap pribadinya mendukung pasangan capres yang disebut Jokowi-JK.
"Kami meminta saudara Ruhut untuk tidak mengatasnamakan atau membawa ketua umum kami dalam memberikan dukungan capres lain di mana tidak sesuai dengan garis partai yaitu hasil Rapimnas Partai Demokrat," cetusnya.
Sebelumnya, Ruhut mengaku sudah meminta restu dari SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat untuk menentukan pilihan mendukung pasangan capres nomor urut 2.
"Saya sudah minta izin ke Pak SBY, kita tahu Pak SBY orangnya yang sangat santun cerdas, bersih. Bikin pilpres ini berjalan dengan baik. Dia (SBY) mengatakan, iya (mengizinkan)," kata Ruhut.
(kur)