Kubu Prabowo-Hatta Sebut Wiranto Bohong dan Tendensius

Senin, 23 Juni 2014 - 12:50 WIB
Kubu Prabowo-Hatta Sebut...
Kubu Prabowo-Hatta Sebut Wiranto Bohong dan Tendensius
A A A
JAKARTA - Tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meminta Ketua Umum Hanura Wiranto memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bersedia dikonfrontasi atas komentarnya saat jumpa pers Kamis 19 Juni 2014.

Kesediaan Wiranto untuk dikonfrontir dengan tim advokasi Prabowo-Hatta untuk memberikan keterangan kepada Bawaslu berdasarkan fakta dan bukti. Sebab, keterangan Wiranto sangat dibutuhkan untuk membuktikan ucapannya terkait dugaan penculikan sejumlah aktivis medio 1998 yang katanya inisiatif pribadi Prabowo.

"Patut diduga bahwa Wiranto sengaja mengarang kebohongan soal pernyataan tendensius ini," kata Pembina Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Tim advokasi Prabowo-Hatta menduga komentar Wiranto sepihak. Pasalnya, dalam jumpa pers, Wiranto hanya mengungkap saksi dari pihak yang dianggap sudah meninggal.

Dia menjelaskan, indikasi kebohongan Wiranto paling jelas adalah mendasar kepada pernyataan lisan mantan Panglima ABRI (Alm) Feisal Tanjung. Maka itu, keterangan lisan Feisal Tanjung tidak bisa dijadikan alat bukti buat Wiranto menyatakan pendapat.

"Tidak mungkin mengkonfirmasi cerita Wiranto tersebut kepada orang yang sudah meninggal dunia," ujar Dasco.

Dasco menambahkan, untuk mengukur alat bukti yang valid, Wiranto harus memiliki dokumen tertulis yang didapatkan langsung dari Feisal Tanjung. Namun, katanya, hingga saat ini tidak ada satu lembar dokumen pun yang membuktikan Prabowo adalah inisiator penculikan aktivis.

"Bukti paling kuat yang kami pegang adalah sebuah salinan resmi putusan pengadilan yang menyatakan tidak ada unsur pidana yang dilakukan Prabowo. Sehingga Puspom ABRI tidak merekomondasikan Prabowo untuk disidang di Mahkamah Militer," tungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved