Kubu Jokowi-JK Tuding Obor Rakyat Alat Politik
Sabtu, 14 Juni 2014 - 12:06 WIB
Kubu Jokowi-JK Tuding Obor Rakyat Alat Politik
A
A
A
JAKARTA - Kubu pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menilai penerbitan Tabloid Obor Rakyat adalah sebuah grand design untuk menyudutkan Jokowi menjelang pemilu presiden (pilpres).
"Ini primitif karena angkat isu SARA, di mana Pancasila kita? Banyak hal yang tidak faktual, bahkan pembunuhan karakter terhadap Jokowi di berita itu," ujar Tim Hukum Pasangan Jokowi-JK Firman Jaya Daeli pada diskusi bertema Hitam Putih Kampanye di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (17/6/2014).
Firman juga menyebut Obor Rakyat hanya alat politik pihak tertentu untuk memojokkan Jokowi-JK. Sebab, kalau memang tujuannya untuk mengkritisi figur capres-cawapres, mengapa hanya Jokowi yang dipersoalkan dan capres lain tidak.
"Saya kira masa lalu Prabowo justru lebih pantas diungkap," ujar dia.
Pada kesempatan itu Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono mengatakan tidak ada motif tertentu di balik penerbitan tabloid tersebut. Dia juga membantah sebagai pendukung Prabowo.
"Saya hanya menyampaikan fakta. Misalnya bahwa ada 184 caleg PDIP beragama nonmuslim, itu fakta. Saya melakukan ini karena itu sikap politik saya sebagai bentuk kontribusi di pilpres," ujarnya.
"Ini primitif karena angkat isu SARA, di mana Pancasila kita? Banyak hal yang tidak faktual, bahkan pembunuhan karakter terhadap Jokowi di berita itu," ujar Tim Hukum Pasangan Jokowi-JK Firman Jaya Daeli pada diskusi bertema Hitam Putih Kampanye di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (17/6/2014).
Firman juga menyebut Obor Rakyat hanya alat politik pihak tertentu untuk memojokkan Jokowi-JK. Sebab, kalau memang tujuannya untuk mengkritisi figur capres-cawapres, mengapa hanya Jokowi yang dipersoalkan dan capres lain tidak.
"Saya kira masa lalu Prabowo justru lebih pantas diungkap," ujar dia.
Pada kesempatan itu Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono mengatakan tidak ada motif tertentu di balik penerbitan tabloid tersebut. Dia juga membantah sebagai pendukung Prabowo.
"Saya hanya menyampaikan fakta. Misalnya bahwa ada 184 caleg PDIP beragama nonmuslim, itu fakta. Saya melakukan ini karena itu sikap politik saya sebagai bentuk kontribusi di pilpres," ujarnya.
(kri)