Kubu Prabowo Nilai Jokowi Kalah 2 Skor di Debat
Rabu, 11 Juni 2014 - 09:03 WIB
Kubu Prabowo Nilai Jokowi Kalah 2 Skor di Debat
A
A
A
JAKARTA - Kubu capres-cawapres nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dinilai kalah skor dalam debat kandidat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Balai Sarbini, Senin 9 Juni 2014 malam.
Menurut Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzi (Romy), ada dua poin penting yang menjadi persoalan kubu Jokowi-JK.
Pertama, Jokowi mengatakan capres yang sekarang masuk di burasa Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 adalah capres yang dipilih berdasarkan apresiasi atas prestasinya. "Seperti diri saya sendiri," ujar Romy meniru perkataan Jokowi dalam debat di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa 10 Juni 2014 malam.
Menurutnya, dalam adat ketimuran, membanggakan diri sendiri adalah bukan kebiasaan yang baik. "Hal seperti itu malah justru mendapat depresiasi, bukan apresiasi," ujar Romy.
Kedua, ketika kubu Jokowi mengajukan pertanyaan terkait HAM, sesungguhnya berpotensi melanggar peraturan KPU. Menurut anggota DPR itu, pertanyaan terkait HAM kepada Prabowo dipersepsikan sebagai masalah pribadi.
Tapi, kemudian Prabowo memberikan jawaban bahwa hal tersebut adalah kolektifitas dalam garis komando, bahwa pimpinan yang bertanggung jawab secara langsung.
Menurut Romy, hal tersebut menjadi pintu yang terbuka bagi para pencari keadilan untuk mengusut apa yang sesungguhnya terjadi pada tahun 1998.
"Terkesan bagi saya, Pak Prabowo tadi malam itu menjawab hal ini dengan tetap melindungi pimpinannya. Jadi mungkin ini bukan substansi debat. Tapi, bagi para pencari keadilan, ini menjadi pintu untuk menguak apa yang terjadi sesungguhnya pada 98," pungkas Romy.
Menurut Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzi (Romy), ada dua poin penting yang menjadi persoalan kubu Jokowi-JK.
Pertama, Jokowi mengatakan capres yang sekarang masuk di burasa Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 adalah capres yang dipilih berdasarkan apresiasi atas prestasinya. "Seperti diri saya sendiri," ujar Romy meniru perkataan Jokowi dalam debat di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa 10 Juni 2014 malam.
Menurutnya, dalam adat ketimuran, membanggakan diri sendiri adalah bukan kebiasaan yang baik. "Hal seperti itu malah justru mendapat depresiasi, bukan apresiasi," ujar Romy.
Kedua, ketika kubu Jokowi mengajukan pertanyaan terkait HAM, sesungguhnya berpotensi melanggar peraturan KPU. Menurut anggota DPR itu, pertanyaan terkait HAM kepada Prabowo dipersepsikan sebagai masalah pribadi.
Tapi, kemudian Prabowo memberikan jawaban bahwa hal tersebut adalah kolektifitas dalam garis komando, bahwa pimpinan yang bertanggung jawab secara langsung.
Menurut Romy, hal tersebut menjadi pintu yang terbuka bagi para pencari keadilan untuk mengusut apa yang sesungguhnya terjadi pada tahun 1998.
"Terkesan bagi saya, Pak Prabowo tadi malam itu menjawab hal ini dengan tetap melindungi pimpinannya. Jadi mungkin ini bukan substansi debat. Tapi, bagi para pencari keadilan, ini menjadi pintu untuk menguak apa yang terjadi sesungguhnya pada 98," pungkas Romy.
(kri)