Didukung Hendropriyono, Jokowi-JK Bakal Sulit Dikontrol
Selasa, 10 Juni 2014 - 17:44 WIB
Didukung Hendropriyono, Jokowi-JK Bakal Sulit Dikontrol
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Center For Democracy and Sosial Justice Studies (Cedsos), Umar Abduh memiliki pandangan berbeda dengan hadirnya mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono di tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).
Menurut peneliti terorisme ini, dukungan dan aksi kawal Hendro terhadap duet Jokowi-JK membuat pasangan tersebut bakal sulit dikontrol saat memerintah Indonesia.
Bagaimana tidak, Jokowi yang diasumsikan sebagai tokoh yang manut pada Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan terpasung oleh manuver Hendropriyono di dalamnya.
"Ya karena itu karena menantunya Kadispenad. Maka itu yang berbahaya. Makanya kalau dia dibarisan Jokowi-JK, maka tekanan terhadap Megawati sangat kecil untuk mengontrol," kata Umar saat jumpa pers di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2014).
Umar menambahkan, kekesalan dirinya kepada Hendro bukan tanpa sebab. Menurutnya, selama 13 tahun meneliti sepak terjang Hendro dari TNI dan berlanjut di lembaga intelijen, sosoknya dianggap sebagai pribadi yang bisa saja mempengaruhi independensi BIN.
Apalagi, kata dia, Hendro sekarang diberi keleluasan mengambil peran di politik sebagai tim pemenangan Jokowi-JK. Umar menampik pengungkapan rekam jejak Hendro di masa lalu karena alasan politik dirinya yang sedang memanfaatkan momentum. Secara tegas dia mengaku tidak mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
"Momentum (pengungkapan) itu sudah dicari. Tapi ketemunya baru sekarang. Makanya saya cuma khawatir jika Hendro berkuasa ini bahaya," sambungnya.
Menurut peneliti terorisme ini, dukungan dan aksi kawal Hendro terhadap duet Jokowi-JK membuat pasangan tersebut bakal sulit dikontrol saat memerintah Indonesia.
Bagaimana tidak, Jokowi yang diasumsikan sebagai tokoh yang manut pada Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan terpasung oleh manuver Hendropriyono di dalamnya.
"Ya karena itu karena menantunya Kadispenad. Maka itu yang berbahaya. Makanya kalau dia dibarisan Jokowi-JK, maka tekanan terhadap Megawati sangat kecil untuk mengontrol," kata Umar saat jumpa pers di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2014).
Umar menambahkan, kekesalan dirinya kepada Hendro bukan tanpa sebab. Menurutnya, selama 13 tahun meneliti sepak terjang Hendro dari TNI dan berlanjut di lembaga intelijen, sosoknya dianggap sebagai pribadi yang bisa saja mempengaruhi independensi BIN.
Apalagi, kata dia, Hendro sekarang diberi keleluasan mengambil peran di politik sebagai tim pemenangan Jokowi-JK. Umar menampik pengungkapan rekam jejak Hendro di masa lalu karena alasan politik dirinya yang sedang memanfaatkan momentum. Secara tegas dia mengaku tidak mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
"Momentum (pengungkapan) itu sudah dicari. Tapi ketemunya baru sekarang. Makanya saya cuma khawatir jika Hendro berkuasa ini bahaya," sambungnya.
(kri)